Lurah Camat Kota Surakarta Diberikan Sosialisasi Manfaat Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan

Penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan pada ahli waris oleh Wawali Surakarta Teguh Prakosa dan Kepala Cabang BPJS Surakarta Hasan Fahmi. Foto : Ade Ujianingsih/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – BPJS Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi program jaminan sosial pada masyarakat melalui Camat dan Lurah se Pemkot Surakarta, di Hotel Dana Solo, Rabu (8/12/2021).

Diharapkan para pemimpin wilayah tersebut menularkan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan hingga ke tingkat RT. Utamanya untuk kepesertaan dari sektor informal seperti pedagang, pelaku UMKM, pelaku jasa dan lainnya.

“Saat ini hampir 100 persen seluruh tenaga kontrak Dinas hingga ke tingkat kelurahan sudah masuk tercover BPJS ketenagakerjaan. Namun sasaran kami sektor informal, untuk UMKM, pedagang pasar, pelaku jasa dan pekerja lainnya,” ungkap Hasan Fahmi.

Kegiatan sosialisasi ini memberi edukasi dan pengetahuan bagi para pengambil kebijakan sampai ke tingkat kelurahan, agar bisa memberi penjelasan pada masyarakat yang ingin tahu mengenai manfaat BPJS Ketenagakerjaan.

Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan diKota Solo total sudah mencapai 129 ribu peserta lebih, atau sekira 42 persen, ada sekira 138 ribu pekerja yang belum ikut.

“Jumlah pekerja kontrak atau non ASN Pemkot Surakarta yang terlindungi mencapai 5892 pekerja. Kami berterima kasih pada Pemkot Surakarta yang sudah mengikutkan seluruh non ASN. Ini wujud kepedulian dan tanggungjawab pemkot Surakarta,” imbuh Fahmi.

Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa menyampaikan pada camat dan lurah akan menularkan pesan manfaat BPJS Ketenagakerjaan ini dengan baik.

“Buktinya sudah ada, tadi kita serahkan santunan kematian pada ahli waris PTT tukang sampah sebesar Rp 120 juta. Kan sangat bermanfaat untuk keluarga yang ditinggal. Karena sebagian besar peserta BPJS kan pekerja tulang punggung keluarga, jadi bilamana ada kecelakaan sudah aman ada santunan dari BPJS untuk keluarganya,” ungkap Teguh.

Pada kesempatan tersebut, diserahkan santunan kematian untuk tiga ahli waris dari Tugimin, Suyud dan Haryono masing-masing sebesar Rp 42 juta. Dan untuk Sadino tukang sampah di kelurahan Punggawan mendapatkan santunan Rp 120 juta karena meninggal saat bekerja.

Eko Handayani, putri Sadino mengaku terharu tidak menyangka ayahnya meninggalkan uang untuk ibu dan anaknya sebesar itu.

“Ayah saya jadi tukang sampah sudah sejak saya kecil. Tapi baru ikut BPJS 4 tahun lalu. Terima kasih sekali BPJS dana ini untuk ibu saya yang masih hidup. Tidak menyangka dapat sebanyak ini,” ungkap Eko Handayani.(Dea)