Mahasiswa Unimma Latih Petani Membuat APD Pertanian

16
Sejumlah anggota KWT "Sehat dan Sejahtera" Dusun Bulu, Desa Kapuhan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang mempraktikkan pembuatan APD pertanian dalam Program PPMT Fikes Unimma di kawasan Gunung Merabu itu, Rabu (23/6/2021). ANTARA/HO-Tim PPMT Fikes Unimma Dusun Bulu

JATENGPOS.CO.ID, MAGELANG — Para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang yang menjalani Program Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT) di Dusun Bulu, Desa Kapuhan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memberikan pelatihan kepada petani tentang pembuatan alat pelindung diri (APD) pertanian.

Keterangan tertulis diterima di Magelang, Kamis, menyebutkan peserta pelatihan berjumlah 31 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) “Sehat dan Sejahtera” Dusun Bulu, sedangkan kegiatan berlangsung pada Rabu (23/6), di rumah salah satu tokoh masyarakat setempat.

Koordinator Tim PPMT Dusun Bulu yang juga mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Unimma Arifah Rahmawati menjelaskan tujuan pelatihan sebagai upaya meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotor anggota KWT dalam mencegah terjadinya permasalahan kesehatan.

Ia menjelaskan tentang peran ganda perempuan petani daerah itu selain bekerja di sawah juga menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, yang terkadang membuat mereka tak memperhatikan kondisi kesehatan.

Sebagian besar warga dusun itu bekerja sebagai petani hortikultura dengan antara lain tidak terlepas dari penggunaan bahan-bahan pestisida yang bisa berdampak terhadap gangguan kesehatan. Dusun Bulu berada di kaki Gunung Merbabu, dengan total warga 254 jiwa.

“Keikutsertaan perempuan dalam sektor pertanian mengakibatkan mereka dominan memiliki risiko besar terhadap dampak paparan pestisida sehingga dapat menyebabkan penurunan derajat kesehatan,” katanya.

Ia menjelaskan dampak negatif dari paparan pestisida bagi perempuan, antara lain hipertensi dan gangguan perkembangan janin ketika mereka hamil.

Oleh karena itu, katanya, mahasiswa dalam program tersebut memandang pentingnya mereka menggunakan APD pertanian saat bekerja di sawah.

Ia menjelaskan pentingnya para anggota KWT memiliki kemampuan memadai dalam membuat APD pertanian secara mandiri. Bahan utama pembuatan APD, yakni kain puring dan benang, sedangkan pembuatan dengan menjahit secara manual.

“APD sangat penting dalam kegiatan pertanian untuk menghindari kontak langsung dengan pestisida,” kata dia.

Dalam rangkaian kegiatan itu, tim PPMT juga memberikan materi tentang pendidikan kesehatan, termasuk bahaya paparan pestisida terhadap kesehatan perempuan.

“Pendidikan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan ibu-ibu yang bekerja sebagai petani di Dusun Bulu,” kata dia.

Para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang yang menjalani PPMT di dusun tersebut, berjumlah lima orang, yakni Arifah Rahmawati (koordinator), Citra Resti, Verenina Chandra Maulidia, Rahma Fanisa, dan Laila Tastaftyani Ningrum (anggota) dengan dosen pembimbing, Sumarno Adi Subrata.

Program tersebut dilaksanakan selama sekitar satu bulan, mulai 14 Juni hingga 10 Juli 2021. Sejumlah kegiatan lainnya dalam program itu, antara lain pemeriksaan kesehatan warga, membantu mengajar mengaji anak-anak TPQ, membantu pelayanan kader posyandu balita, dan pendampingan pangan lestari KWT.

Ketua KWT “Sehat dan Sejahtera” Dusun Bulu Sulasih (47) menyebut pentingnya pengetahuan dan penyuluhan kesehatan bagi anggotanya supaya bisa menjaga kesehatan sehari-hari.

“Dengan pelatihan pembuatan APD pertanian, anggota jadi mengerti pentingnya APD di area pertanian untuk mencegah masalah kesehatan,” katanya. (fid/ant)