MakanKu Teken MoU Dengan ACT, Siapkan Wakaf Modal untuk 1.000 Pengusaha

8
Wakaf Modal dari PT Halalal Tayyiban dan ACT untuk 1.000 calon wirausaha. Foto : Ade Ujianingsih/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Yayasan Global Wakaf dan PT Agro Wakaf Corpora dengan PT Halalan Thayyiban Indonesia (HTI), produsen MRE MakanKu menjalin kerjasama dalam penyediaan pakan peternakan dan pemasaran hasil peternakan serta pengelolaaan dana filantropi dalam program kemanusiaan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara Founder PT HTI Puspo Wardoyo dengan Ahyudin juga sebagai pemimpin Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), di Kantor Pusat MakanKu di Pabelan, Kartasura, Solo, Rabu (20/10/2021) malam.

Yang cukup menarik bakal diwujudkan setidaknya 1.000 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Solo Raya dengan program wakaf modal dari MakanKu.

“Tidak sekadar kerja sama bisnis, utamanya kita siap berkolaborasi mewujudkan 1.000 pengusaha baru, demgan program wakaf modal,” ungkap Puspo Wardoyo.

Dalam program ini, MakanKu menyediakan 1.000 paket jualan yang diwakafkan atau diberikan gratis tanpa syarat pada masyarakat yang siap jadi pengusaha. Paket jualan tersebut senilai Rp 1 juta, terdiri dari sejumlah produk PT Halalkan Tayyiban seperti ayam, sambal, MRE dan lainnya.

Puspo menilai selain bersedekah, program ini juga bentuk pendidikan bisnis untuk mencetak wirausaha baru ditengah masa pemulihan pandemi covid18 ini.

“Program ini tidak sekedar hibah, tapi juga membuka kesempatan untuk jadi pengusaha. Nanti bersama ACT kita juga melakukan pendampingan tidak kita lepas begitu saja,” tegas Puspo.

Pendampingan yang diberikan di antaranya strategi berjualan online, merambah pasar dan promosi.

ACT atau Aksi Cepat Tanggap merupakan yayasan dibawah kendali Ahyudin, yang memiliki program bantuan untuk kebencanaan. Namun kali ini memperluas jaringan dengan program wakaf usaha, seperti yang dikerjasamakan dengan PT Halalan Tayyiban tersebut.

“ACT selalu menularkan kebaikan mengajak bersedekah. Memang awalnya dibentuk untuk menolong kebencanaan tahun 2005 silam, tapi kini kita juga menolong dengan bentuk wakaf usaha,” kata Ahyudin.

Dikatakan Ahyudin, pandemi juga bentuk bencana yang butuh penanganan khusus untuk membantu pemulihan perekonomian.

“Kali ini modal tidak dalam bentuk uang tapi barang. Dari 1000 alokasi wakaf modal ini, kami optimis target 80 persen bisa sukses berkelanjutan yang bangkit dimasa pandemi ini, ” pungkas Ahyudin.(Dea/bis/rit)