Beranda Jateng Solo MAKN Siapkan 142.000 Hektare untuk Bantu Pemerintah Wujudkan Ketahanan Pangan

MAKN Siapkan 142.000 Hektare untuk Bantu Pemerintah Wujudkan Ketahanan Pangan

141
Petinggi MAKN usai menggelar rapat terbatas membahas persiapan program ketahanan pangan di Solo Paragon Hotel, Minggu (25/10)

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Majelis Adat Keraton Nusantara (MAKN) menyiapkan lahan seluas 142.000 hektare untuk merealisasikan program ketahanan pangan. Ratusan ribu hektare lahan tersebut tersebar di seluruh Indonesia.

Ketua Harian MAKN, KPH Eddy Wirabumi mengatakan, ada sekitar 142.000 hektare lahan yang siap untuk digarap dan ditanami tanaman pangan non beras. Adapun program tersebut. Luasan lahan tersebut bisa saja bertambah, karena sampai saat ini pihaknya masih menginventarisir wilayah mana saja yang bisa melaksanakan program yang disupport oleh Kementerian Perekonomian tersebut.

“Ini merupakan salah satu bentuk kerja nyata keraton-keraton yang ada di nusantara untuk bangsa dan negara. Dimana melalui program ini kami membantu pemerintah dalam hal ketahanan pangan, khususnya pangan non beras,” jelasnya usai rapat terbatas (Ratas) MAKN di Hotel Solo Paragon, Minggu (25/10) malam.

Untuk program pertama, lanjutnya, akan dimulai di Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Blora. Kemudian dilanjutkan di Kabupaten Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat. Adapun bentuk program sendiri MAKN melakukan pendampingan dari awal. Mulai dari pengawalan pendataan calon peserta, proses penanaman jagung hingga aksesibilitas kredit.

“Kita juga mendampingi saat bagaimana pengelolaan lahan, pemilihan bibit, kemudian pendampingan selama masa penanaman, yakni 3-4 bulan sehingga harapannya hasilnya bagus. Termasuk memastikan tidak ada penurunan harga saat panen,” urainya.

Sehingga tujuan dari dijalankannya program tersebut, selain membantu pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan tercapai, juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar lahan yang digarap.

“Selain memulai program baru ini, kami tadi juga membahas bagaimana meningkatkan produksi pangan non beras yang saat ini sudah berjalan namun hasilnya belum maksimal. Karena ternyata banyak yang mengungkapkan selama ini kesulitan mengembangkan produksi pangan non beras,” imbuhnya.

Ditambahkan Dewan Kehormatan MAKN, Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pamecutan. Dalam rapat terbatas tersebut disepakati pula sejumlah poin-poin yang akan dikerjasamakan dengan pemerintah. Selain tentang membantu pemerintah di ketahanan pangan, tentunya juga di bidang ketahanan budaya.

“Menjaga kelestarian budaya sudah mendarah daging pada kami, karena itu meski selama ini berjalan tertatih-tatih kami tetap melaksanakan kewajiban kami menjaga budaya adat. Karena itu dukungan pemerintah dibutuhkan di sini, karena pemerintah pun tidak akan bisa jalan sendiri dalam pelestarian budaya,” ujarnya. (jay/bis)