Beranda Semarang Masjid Agung Kauman Kembali Gelar Salat Jumat

Masjid Agung Kauman Kembali Gelar Salat Jumat

40
SALAT JUMAT: Suasana salat Jumat di Masjid Agung Kauman Semarang, Jumat (29/5/2020).

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Masjid Agung Kauman Semarang kembali menggelar salat Jumat, Jumat (29/5). Protokol kesehatan diterapkan ketat dan jemaah selalu diingatkan memakai masker.

Pantauan, Jumat (29/5) siang ini, dari gerbang masuk Masjid Agung Semarang sudah ada petugas yang memindai jemaah dengan thermo gun. Kemudian petugas juga memberi tas kresek untuk wadah alas kaki jemaah yang kemudian harus dibawa masuk dan dilarang ditinggal di luar.

Kemudian setelah wudu, jemaah diarahkan ke pintu masuk masjid yang dibuka satu per satu mulai dari yang paling depan. Sebelum masuk, jemaah diminta memakai hand sanitizer yang sudah disediakan.

Di dalam masjid, terlihat tanda silang di lantai setiap saf sebagai penanda agar ada jarak di antara jemaah. Selain itu setiap dua saf diberi beri jeda sehingga antara jemaah di depan dengan belakangnya berjarak satu saf.

Tampak ada takmir masjid yang bertugas berkeliling dan memantaujemaah. Ketika melihat ada jemaah yang tidak mengenakan masker, petugas akan memberi atau memintanya ke kantor kesekretariatan untuk mengambil masker gratis.

Salat Jumat berjalan seperti biasanya hingga akhir. Setelah selesai, jemaah langsung keluar dan tidak terjadi penumpukan di pintu seperti biasanya karena alas kaki sudah mereka bawa sendiri-sendiri.

Ketua Takmir Masjid Agung Kauman Semarang, KH Hanif Ismail mengatakan pihaknya sudah dua kali ini menggelar salat Jumat saat pandemi virus Corona (COVID-19). Ibadah dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Menurutnya, penyelenggaraan salat Jumat berjemaah dimaksudkan untuk kalangan pegawai atau orang-orang di sekitar Masjid Agung Kauman Semarang. Namun ternyata banyak jemaah yang datang.

“Ini bukan secara resmi, ini terlihat agak banyak ini padahal kita tidak mengumumkan. Mungkin spontanitas sudah pada rindu,” kata Hanif, siang ini.

“Antisipasi gerombolan biasanya sandal dititipkan di penitipan sandal, keluar bareng-bareng. Maka kali ini sediakan tas kresek supaya orang masuk keluar lancar,” imbuhnya.

Untuk Jumat depan, lanjut Hanif, masih melihat situasi apakah akan menggelar salat Jumat kembali atau tidak. Ia juga berharap jemaah sudah membawa tas sendiri untuk menyimpan alas kaki guna mengurangi sampah plastik.

“Kita lihat perkembangan, kalau nanti memang sudah betul-betul diperkenankan kita akan lebih tata lagi,” katanya.

Sementara itu untuk salat wajib lima waktu berjemaah, Hanif mengatakan diselenggarakan untuk internal. Azan dikumandangkan lewat pengeras suara namun ikamah tidak lewat pengeras suara.

“Protokol kesehatan tetap dilakukan,” tegasnya.(dtc/udi)