Matematika Sukses dengan STAD

Candra Wahyu Pratiwi, S.Pd.

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang, dan diskrit. Untuk mengusai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.

Realitas pembelajaran yang ada di kelas 5 SDN 4 Nambuhan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan muatan pelajaran matematika menunjukkan adanya permasalahan yang terjadi, sehingga proses pembelajaran tidak sesuai dengan yang diinginkan. Sering terjadi sebagian besar siswa pasif dan terlihat kurang termotivasi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Ketika siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami, sedikit siswa yang berani bertanya. Semua itu akhirnya juga berdampak besar pada pencapaian evaluasi yang menunjukkan sebagian besar siswa tidak dapat mencapai KKM yang ditentukan pada muatan pelajaran matematika yaitu 65.

Hasil tes formatif muatan pelajaran matematika materi menentukan jarak dan kecepatan diperoleh 32% atau 10 siswa dari 31 siswa yang mencapai batas KKM yaitu 65. Sebagai seorang guru, saya merasa termotivasi untuk melakukan perbaikan, untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Berangkat dari hal tersebut untuk memperbaiki proses dan kompetensi hasil belajar tersebut, akan diterapkan model pembelajaran Student Team Achievment Divisions (STAD) .

Menurut Slavin (2005:143) mengungkapkan bahwa STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif. Jadi dalam metode pembelajaran STAD akan dilakukan pembagian kelompok kecil secara heterogen yang meliputi kemampuan akademik, jenis kelamin, ras dan suku untuk saling bekerja sama, berdiskusi memecahkan masalah dan memperoleh penghargaan atas prestasi yang telah dicapai.

Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD mempunyai beberapa kelebihan (Slavin,1997: 17): 1)Siswa bekerja sama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi norma-norma kelompok. 2)Siswa aktif membantu dan memotivasi semangat untuk berhasil bersama. 3)Aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk lebih meningkatkan keberhasilan kelompok. 4)Interaksi antar siswa seiring dengan peningkatan kemampuan mereka dalam berpendapat.

Penerapan metode STAD  dipilih karena dapat melatih kerjasama dengan siswa yang lain. Siswa termotivasi untuk saling mendorong dan membantu dalam menguasai keterampilan atau pengetahuan yang disajikan oleh guru.  Setiap individu dalam kelompok juga menjadi termotivasi untuk menguasai materi pelajaran yang diberikan oleh guru. Mereka harus saling mendorong satu sama lain agar belajar juga bekerja secara sungguh-sungguh dan menjelaskan bahwa belajar adalah suatu hal yang amat penting bermanfaat dan menyenangkan.

Hasil belajar matematika mengalami peningkatan setelah penerapan metode STAD. Hasil belajar matematika materi menentukan jarak dan kecepatan pada siswa kelas 5 SDN 4 Nambuhan Tahun Pelajaran 2021/2022 sebelum penggunaan metode STAD prosentase siswa yang mencapai KKM 32%, sedangkan setelah penggunaan metode STAD prosentase siswa yang mencapai KKM dapat meningkat menjadi 84% atau 26 siswa..

Dengan metode STAD memudahkan guru didalam memberikan materi ajar kepada siswa yaitu dengan membagi kelompok-kelompok kecil yang heterogen di dalam kelas. Selain itu juga melatih siswa untuk berinteraksi, berkomunikasi dan aktif berdiskusi, STAD menekankan pada aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran sehingga dapat mencapai prestasi yang maksimal.

 

Oleh :

Candra Wahyu Pratiwi, S.Pd.

Guru SD Negeri 4 Nambuhan

Kec. Purwodadi Kab. Grobogan