Menikmati Asri Pendopo Agung Kahuripan, Rumah Jawa Berkonsep Menyatu dengan Alam

183
Bermain bola di halaman joglo pendopo kahuripan. Foto : Ist

JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Konsep rumah Jawa, dengan nuansa alam yang asri, terasa saat memasuki Pendopo Agung Kahuripan. Aneka tanaman langka seperti, pohon telogosari, dewa ndaru, wahyu tumurun, wali songo dan pohon wimbo, serta aneka buah-buahan seperti, jeruk, jambu, mangga, matoa, leccy, srikaya, markisa, sukun, nangka dan sawo kecik, bahkan sejumlah tanaman import seperti anggur brasil, joboticaba juga melengkapi koleksi tanaman yang ada di halaman Pendopo.

Meski di rumah, kesan lega langsung bisa dirasakan, suara gemericik air di kolam depan rumah yang nampak dihiasi oleh berbagai macam ikan berpadu dengan berbagai kicauan aneka satwa seperti kicau burung perkutut, serta suara kokok ayam membuat nuansa rumah terasa lega karena suasana bebas dan menyatu dengan alam begitu kuat.

Menariknya rumah ini terbuka bagi siapa saja yang ingin silaturahmi. Halaman yang cukup luas dimanfaatkan bermain bola bersama anak-anak.

Di dalam pendopo berjajar aneka benda kuno, furnitur yang terdiri dari aneka ukiran kayu, aneka gerabah seperti kendi dan lepek, tanduk kijang, lesung, payung sosong agung hingga kursi raja dan ratu semakin menguatkan nuansa Jawa.

Di belakang pendopo terdapat rumah  induk atau sering disebut Omah mburi yang merupakan area privat untuk keluarga. Nampak berjajar benda benda peninggalan leluhur yaitu, beberapa keris, tombak, pedang, dan furnitur kono lainya.

Pendopo yang lokasinya di selatan perempatan Papahan Karanganyar ini berada di ujung barat komplek perumahan Kahuripan. Berada di Pendopo ini, semakin terasa asri karena bonsai dan ragam tanaman hias tertata rapi di sisi kiri dan kanan pendopo.

Di kanan kiri halaman banyak berjajar batu batu kuno yang semakin menambah suasana alami. Di sebelah barat pendopo, terdapat mushola kayu berumur ratusan tahun yang digunakan untuk sholat berjamaah penghuni rumah. Ini semakin melengkapi kenyamanan di rumah.

Pemilik Rumah, Agung Wahyu Utomo yang sering disapa Agung ini, mengatakan bahwa dirinya memang senang dengan suasana alam dan memilih memadukanya dengan rumah berkonsep jawa. Di samping untuk nguri-uri budaya, rumah jawa sangat pas dipadukan dengan konsep alam. Hal itu juga menunjang hobinya memelihara hewan dan merawat tanaman.

“Menyatu dengan alam, dengan merawatnya adalah sesuatu yang harus dilestarikan, hasilnya buah-buahan dan aneka hewan peliharaan dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan lauk pauk dan buah secara harian. Secara alami itu membuat pikiran dan suasana hati tenang, menentramkan,”ungkapnya. (yas)