Menpora Buka Porsimaptar XVII di Akpol

Menpora Imam Nahrowi membuka Porsimaptar XVII di lapangan Bhayangkara Akpol Semarang, Minggu (19/11). FOTO :PRAST WD / JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang kembali menggelar Pekan Olah Raga Seni Mahasiswa Pelajar dan Taruna (Porsimaptar) ke XVII 2017. Sebanyak 11 cabang olahraga dan seni dipertandingkan di komplek Akpol Semarang (19-24/11).

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrowi menyampaikan, ajang tersebut mempertemukan para taruna dengan pelajar dan mahasiswa sebagai pelatihan dan berorganisasi dan mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Porsimaptar adalah ajang kemitraan antara taruna, pelajar dan mahasiswa dengan maksud memberikan pelatihan dan pembelajaran dalam kemampuan manjerial dan sofksill bagi taruna sehingga lebih mampu bersosialisasi,” katanya, saat membuka Porsimaptar XVII di Lapangan Bhayangkara Akpol Semarang, Minggu (19/11) sore.

Sebanyak 4.877 atlit dilibatkan dari 133 SMA/ SMK dan 93 universitas seluruh Indonesia. Mereka akan bertanding di 11 cabang diantaranya sepak bola, bulu tangkis, futsal, voli, basket, seni tari, fotografi dan lainnya.

“Cabor ini sangat baik pilihannya, karena para peserta nantinya adalah bibit atlit masa depan Indonesia. Maka bertandinglah secara sportif,” ujarmya.

Pihaknya juga mengapresiasi Gubernur Akpol, dimana lingkup kepesertaan sudah nasional. Menjadi penting karena tantangan pelajar dan mahasiswa yang semkin mudah mengakses apa saja di era keterbukaan dan moderenisasi ini.

“Jadi mengajak pemuda tak mager, malas gerak, karena sekarang dengan tekonologi kadang cuman main bola lewat HP, yang keringatan bukan badannya tapi jempolnya,” tandasnya.

“Saya juga berbangga karena cukup dengan dana Rp.2 miliar sudah mampu memberi efek yang nendang. Jumlah peserta empat ribuan, mengalahkan SEA Games dan event nasional lainnya,” tukasnya.

Sementara, Gubernur Akpol Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyampaikan, ada dua peristiwa penting dalam Porsimaptar XVII ini.

“Pertama selama 17 tahun pelaksanaan baru pertama kali dibuka oleh Menteri Olahraga, biasnaya hanya Gubernur Jatenhg. Kedua, selama 17 tahun pagelaran juga di tahun ini melibatkan peserta secara nasional, biasnya hanya Jawa dan Bali saja,” katanya. (aam/muz)