Beranda Utama Menteri Bintang Paparkan Lima Prioritas Pemberdayaan Perempuan, Ini Poin-poinnya !

Menteri Bintang Paparkan Lima Prioritas Pemberdayaan Perempuan, Ini Poin-poinnya !

21
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga memukul gong tanda pembukaan Kongres Perempuan Jawa Tengah, Senin (25/11) di Hotel UTC Semarang.

SEMARANG, JATENGPOS.CO.ID – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga memaparkan lima prioritas pembangunan pemberdayaan perempuan dan anak pada kabinet yang dipimpinnya. Kelima program tersebut adalah, peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dalam pendidikan anak, penurunan kekerasan terhadap ibu dan anak, penurunan pekerja anak, dan pencegahan perkawinan usia anak.

Kelima program tersebut disampaikan Menteri Bintang saat memberikan paparan pada pembukaan Kongres Perempuan I di Jawa Tengah, Senin (25/11). Kongres dilaksanakan Senin – Selasa (25-26/11/2019) di UTC Hotel Kota Semarang.

Di depan sekitar 750 perempuan yang mengikuti pembukaan kongres, Menteri Bintang mengatakan, jika angka kekerasan dan diskriminasi masih menjadi pekerjaan yang harus diatasi bersama-sama. Kongres tersebut dinilai sebagai satu solusi untuk mencari pemecahan atas persoalan tersebut.

“Penurunan angka kekerasan pada perempuan dan anak memang harus dikeroyok bersama. Saya senang, karena Jateng menggelar kongres perempuan ini sebagai langkah mencari solusi. Saya berharap, hasil kongres ini tidak hanya untuk pemberdayaan perempuan di Jawa Tengah, namun akan kami jadikan acuan dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia,” katanya.

Dikatakan, nilai indeks pembangunan perempuan dan anak terus mengalami peningkatan. Artinya, berbagai persoalan perempuan dan anak sudah tertangani dengan baik.
Pada kesempatan pembukaan, Menteri Bintang juga menyusuri pameran foto pada kongres yang bertema “Perspektif Perempuan Indonesia Dalam Pembangunan.”

Sebanyak 50 foto dipamerkan menggambarkan kondisi perempuan di Jawa Tengah dengan berbagai potret. Kemiskinan menjadi salah satu potret dan tantangan yang dihadapi dalam pemberdayaan.

“Saya sangat tertarik dengan salah satu agenda yakni foto voice. Karena melalui hal tersebut, kita bisa melihat objek nyata yang masih dialami oleh perempuan. Mudah-mudahan dengan 50 foto yang menggambarkan situasi perempuan yang fotonya dipajang ini, dalam waktu singkat bisa kita carikan solusi bersama-sama. Salah satu langkahnya adalah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk bekerja sama mencari solusi bagi kaum perempuan yang terpampang di dalam foto-foto tersebut,” kata dia.

Di Indonesia, ia menjelaskan bahwa pemberdayaan perempuan sudah mulai diupayakan semenjak tahun 2016. Setidaknya ada sebanyak 36.000 pendamping dari BUMN yang ditugaskan untuk mendampingi ibu-ibu yang ada di daerah-daerah terpencil/pelosok dalam pelatihan ketrampilan dan wirausaha sesuai dengan potensi yang ada.

Selain itu, juga upaya-upaya lain seperti pembentukan projek sekolah-sekolah perempuan. Untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana peran perempuan supaya bisa melawan kekerasan.

“Saya berharap permasalahan-permasalahn di video yang tadi ditampilkan panitia semoga bisa dikupas di acara ini,” pungkas dia. (rit)