Metode Briefing Tingkatkan Disiplin dan Kebersamaan Guru

Rochmad Nugroho, S.Pd

Menjadi Kepala Sekolah di SDN 04 Bulakan yang mempunyai 14 Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) serta 327 siswa merupakan suatu tantangan tersendiri. Jumlah PTK dan siswa yang diatas rata-rata pada umumnya memerlukan pengelolaan dan manajemen yang baik dari kepala sekolah agar penyelenggaraan proses pendidikan dapat berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Salah satu hal yang harus selalu dijaga dan ditingkatkan adalah disiplin dan kebersamaan guru. Bagaimanapun juga kedisiplinan guru merupakan awal keberlangsungan proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Ada pepatah Jawa yang mengatakan guru itu digugu lan ditiru (dipercaya dan dicontoh). Artinya bahwa segala tindak tanduk guru akan menjadi perhatian bagi siswa-siswi yang ada disekolah. Jika guru-guru mempunyai disiplin tinggi maka siswa pun akan meniru, demikian juga jika mereka menunjukan kerjasama yang baik diantara guru maka siswa pun pasti akan mencontohnya.

Dalam hal ini kepala mempunyai tugas menjadi seorang Inovator yaitu membuat sesuatu perubahan atau pembaharuan dari yang sebelumnya tidak ada menjadi ada untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan. Inovasi yang dilakukan berkaitan dengan hal ini adalah Metode briefing (pengarahan) setiap pagi. Menurut Bernadeta (2014:13)  bahwa “Briefing adalah komunikasi yang paling efektif untuk saling menguatkan peran kerja, menguatkan komitmen bersama, dan meningkatkan etos untuk pencapaian kinerja terbaik”. Selama ini kita mengenal istilah briefing hanya dalam dunia perkantoran, namun sebetulnya akan sangat baik jika kita juga menerapkannya dalam pengelolaan sekolah. Briefing dapat dilakukan setiap pagi untuk memberikan pengarahan kepada para guru atau PTK yang dilaksanakan 15 menit sebelum mengajar. Mengubah kebiasaan briefing yang biasanya tidak ada menjadi ada tidaklah mudah. Banyak yang menganggap sepele kebiasaan briefing yang dilakukan setiap hari, padahal sebetulnya briefing sangat penting dan sangat vital agar suatu informasi dapat diterima dengan cepat.

Kegiatan briefing setiap pagi dapat menumbuhkan disiplin dan kebersamaan di antara guru yaitu berupa pemberian kritik, saran, anjuran dan sugesti untuk memelihara serta meningkatkan semangat dan disiplin guru. Dan pelaksanaan tanggung dalam memenuhi serta menyediakan dukungan yang dibutuhkan guru yaitu selalu menyediakan media pembelajaran yang diperlukan oleh para guru meskipun ada beberapa keinginan para guru yaitu ingin mendapat imbalan lebih dari apa yang telah dihasilkan oleh para guru bukan hanya ucapan terima kasih.

Kegiatan briefing setiap pagi tidak harus dipimpin oleh seorang kepala sekolah. Apabila kepala sekolah berhalangan hadir kegiatan briefing dapat dipimpin oleh guru lainnya yang paling berpengalaman. Karena pada dasarnya kegiatan ini bertujuan untuk a) memberikan pengarahan tentang kinerja guru dan karyawan supaya tetap sesuai dengan visi dan misi sekolah; b) mengingatkan kepada guru dan karyawan agar selalu menerapkan Standar Operational Prosedur di setiap tugas-tugas yang dilakukannya; c) menyampaikan informasi-informasi yang dianggap penting dalam pelaksanaan tugas; dan d) menyamakan persepsi dan memberitahu pemikiran dari kepala sekolah kepada para guru dan karyawan, sehingga para guru dan karyawan sejalan dan mengikuti pemikiran kepala sekolah.

Dengan metode briefing yang dilakukan setiap pagi diharapkan disiplin dan kebersamaan guru dapat terus meningkat sehingga berpengaruh terhadap pencapaian visi, misi, dan tujuan sekolah pada khususnya dan pencapaian tujuan pendidikan nasional pada umumnya.

 

Oleh ; Rochmad Nugroho, S.Pd

Kepala Sekolah SDN 04 Bulakan, Belik, Pemalang