Metode Eksperimen Tingkatkan Prestasi Belajar IPA

Siti Nashuha

Dalam proses belajar mengajar,pembelajaran mengandung arti suatu kegaiatan yang dilaksankan guru dan siswa secara Bersama-sama.Inti dari pembelajaran tersebut adalah terjadinya proses memberi dan menerima,diakhiri evaluasi yang sengaja dilakukan guru untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pemahaman siswa.

            Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan bahwa dalam proses belajar mengajar,mata pelajaran IPA,kurang diminati siswa pada umumnya sebab dianggap sulit sehingga prestasi belajar siswa pada umumnya rendah,bersifat abstrak dan metode belajar yang membosankan. Salah satu indikator rendahnya hasil belajar  siswa disebabkan oleh pemanfaatan metode pada kegiatan belajar yang tidak sesuai. Pada umumnya metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar IPA masih didominasi oleh metode ceramah,tanya jawab  dan pemberian tugas.

            Hal tersebut menyebabkan siswa pasif sehingga hasil belajar siswa kurang memuaskan dapat dilihat dari banyak siswa yang mendapat nilai dibawah KKM. Metode pembelajaran Eksperimen diupayakan dilakukan,khususnya pada kegiatan pembelajaran rangkaian listrik.

            Menurut Wasty Sumanto,faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar digolongkan menjadi 3 kelompok yaitu:1. Faktor stimulus,2. Faktor metode mengajar,3. Faktor individu.

            Menurut Roestiyah (2001:80) metode eksperimen adalah suatu cara mengajar di mana siswa melakukan suatu percobaannya,kemudian hasil pengamatan itu disamapaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru.

            Penerapan metode  eksperimen di SD Negeri Pageron kelas 6 Tahun Pelajaran 2022/2023 berjumlah 33 siswa pada pembelajaran IPA  Tema 3  dalam materi rangkaian Listrik.

            Adapun Langkah Langkah metode eksperimen sebagai berikut ( Hamdayana,2016) : Pertama, Percobaan diawali dengan melakukan percobaan yang didemonstrasikan guru atau dengan mengamati fenomena alam. Kedua , Pengamatan merupakan kegiatan siswa saat guru melakukan percobaan. Ketiga, Hipotesis awal, siswa dapat merumuskan hipotesis sementara berdasarkan hasil pengamatannya. Keempat, Verifikasi adalah kegiatan untuk membuktikan dari dugaan awal yang telah dirumuskan dan dilakukan melalui kerja kelompok. Kelima, Aplikasi konsep merupakan kegiatan memberikan contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan teori dan percobaan yang sudah dipelajari.

            Pada metode eksperimen terdapat kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan  metode eksperimen adalah 1) Fakta atau data yang diperoleh siswa secara langsung mudah diingat. 2) Guru dapat keliling kelas sambal melakukan penilaian terhadap sikap dan psikomotor. 3) Melatih Kerjasama pada diri siswa karena metode eksperimen di sekolah biasanya dilakukan secara berkelompok.

            Adapun  Kekurangan metode eksperimen adalah 1) Memerlukan bahan dan alat praktik yang banyak. 2) Apabila siswa tidak diawasi dengan baik kadang-kadang ada yang main-main di kelompoknya. 3) Memerlukan waktu belajar yang lama dari pada metode demonstrasi.

            Tujuan metode eksperimen adalah agar peserta didik dapat merancang, mempersiapkan, melaksanakan,melaporkan, membuktikan serta menarik kesimpulan dari berbagai fakta dan informasi yang didapat Ketika mereka melakukan percobaan sendiri.

            Menurut Moedjiono dan Dimyati(1992),beberapa tujuan dari metode eksperimen adalah: a.Mengajar bagaiman menarik kesimpulan dari berbagai fakta,informasi atau data yang berhasil dikumpulkan melalui pengamatan terhadap proses eksperimen yang dilakukan, b. Mengajar bagaimana menarik kesimpulan dari fakta yang terdapat pada hasil eksperimen, melalui kegiatan eksperimen yang sama, c. Melatih peserta didik merancang,mempersiapkan ,melaksanakan dan melaporkan hasil percobaan, d. melatih peserta didik menggunakan logika induksi untuk menarik kesimpulan dari fakta, informasi atau data yang terkumpul melalui kegiatan percobaan.

            Setelah melaksanakan semua langkah dalam pembelajaran IPA dengan metode eksperimen diperoleh hasil bahwa siswa kelas 6 SD N Pageron dapat memperoleh nilai diatas KKM sebanyak 85%.Hal ini membuktikan bahwa metode eksperimen dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas 6 SD N Pageron.

Oleh

Siti Nashuha

SD N PAGERON,Kec.Kemiri,Kab.Purworejo