Beranda Sekolah Hebat Opini Guru ”Mind Mapping Tingkatkan Minat Belajar Bahasa Indonesia”

”Mind Mapping Tingkatkan Minat Belajar Bahasa Indonesia”

53
Fitrotul Hidayah, S.Pd. Guru SD Negeri Tretep Kec.Tretep Kab Temanggung

Pelajaran Bahasa Indonesia mempunyai peran yang sangat penting dalam Pendidikan. Hal ini di tengarai bahwa dengan pelajaran Bahasa Indonesia, siswa dapat mengembangkan diri, meningkatkan kemampuan penalaran, serta kemampuan emosional dan sosial. Rendahnya hasil belajar siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia dapat di sebapkan karena kurangnya efektifitas dalam pembelajaran. Peningkatan hasil belajar siswa selalu menjadi harapan semua pendidik, agar harapan tersebut dapat terwujud  dengan baik maka perlu adanya proses pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri Tretep masih belum memenuhi hasil yang diharapkan. Dibuktikan dengan masih banyaknya  siswa belum mencapai ketuntasan minimal.  Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan metode pembelajaran yang dapat menarik minat belajar siswa. Sehingga dapat membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran dan tercipta kondisi belajar yang baik.

Menyikapi hal tersebut guru mencoba menerapkan penggunaan metode Mind Mapping. Dalam menyampaikan materi bahasa Indonesia tentang menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis, metode ini dirasa sesuai dengan kondisi siswa kelas V SD Negeri Tretep.

Berdasarkan the National Science Education Standards (National Research Council, 1996) dalam proses pembelajarannya, semua siswa harus terlibat penyelidikan aktif dengan mengajukan pertanyaan, perencanaan investigasi, mengumpulkan data, menggunakan pengetahuan secara ilmiah untuk memahami data hasil pengamatan, dan mengkomunikasikan hasil temuan menurut Joel E.Bass, et al ( dalam Nurdyansyah dkk, 2016:6).

Tugas guru dalam proses belajar adalah menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses pembuatan mind mipping menurut Sugiarto (dalam Budiyanto, 2016:84).

Cara membuat mind mapping, terlebih dahulu guru menyiapkan selembar kertas kosong yang diatur dalam posisi landscape. Kemudian siswa menempatkan topik yang akan dibahas di tengah-tengah halaman kertas dengan posisi horizontal. Usahakan menggunakan gambar, symbol, atau kode pada mind mapping yang dibuat. Dengan visualisasi kerja otak kiri yang bersifat rasional, numerik dan verbal bersinergi dengan kerja otak kanan yang bersifat imajinatif, emosi, kreativitas dan seni. Dengan mensinergikan potensi otak kanan dan kiri, siswa dapat dengan lebih mudah menangkap dan menguasai materi menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis .

Selain itu, siswa dapat menggunakan kata-kata kunci sebagai asosiasi terhadap suatu ide pada setiap cabang pemikiran berupa sebuah kata tunggal serta bukan kalimat. Setiap garis-garis cabang saling berhubungan hingga ke pusat gambar dan diusahakan garis-garis yang dibentuk tidak lurus agar tidak menimbulkan ketertarikan pada siswa. Garis-garis cabang sebaiknya dibuat semakin tipis begitu bergerak menjauh dari gambar utama untuk menandakan tingkat kepentingan dari masing-masing garis. Metode pembelajaran Mind Mapping sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau menemukan alternative jawaban. Dan  dipergunakan dalam kerja kelompok secara berpasangan (2 orang)

Melalui metode Mind Mapping dapat meningkatkan daya kreativitas untuk memunculkan ide-ide siswa sehingga mempermudah pemahaman siswa terhadap materi menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis. Terbukti dalam pembelajaran siswa lebih aktif dalam kerja kelompok dan merasa tertarik dalam melaksanakan tugas dari guru dan lima puluh persen lebih dari jumlah siswa telah mencapai batas ketuntasan. Maka dapat disimpulkan metode Mind Mapping dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas V SD Negeri Tretep terhadap materi menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis.

 

Fitrotul Hidayah, S.Pd.

Guru SD Negeri Tretep

Kec.Tretep Kab Temanggung