Mobil Driver Taksi Online Ditemukan Penuh Bercak Darah

Petugas melakukan identifikasi mobil Grand Livina milik korban yang ditemukan di depan rumah nomor 39, Jalan HOS Cokroaminoto, Barusari Semarang. FOTO:AHMAD KHOIRUL ASYHAR/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID. SEMARANG- Kasus dugaan pembunuhan seorang driver jasa angkutan online bernama Deny Setiawan (25) masih samar. Mobil Nissan Grand Livina warna hitam H 8849 D milik korban sudah ditemukan di depan rumah nomor 39, Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan, pada Senin (22/1) pagi.

Namun motif dan pelaku pembunuhan warga Margorejo Timur RT 09 RW 05, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, tersebut masih belum diketahui. Hasil penyelidikan sementara korban diduga dibunuh saat mengemudi, sedangkan pelaku diduga lebih dari satu orang.

Mobil Grand Livina milik korban tersebut ditemukan dalam kondisi semua pintu terkunci. Selain itu spion sebelah kanan mobil rusak. Petugas bahkan harus memanggil dealer resmi Nissan untuk membuka kunci mobil untuk kemudian dilakukan pemeriksaan.

Menurut keterangan pemilik rumah nomor 39, Indriati Tri Rahayu (46), mobil Nissan Grand Livina warna hitam tersebut sudah terparkir di depan rumahnya sejak hari Minggu (21/1) sekitar pukul 04.00. Indriati awalnya mengira mobil tersebut milik driver angkutan online yang sering mangkal atau berhenti di sekitar kawasan rumahnya. Namun hingga Senin (22/1) pagi mobil tersebut masih terparkir di tempat yang sama. Hal itu tentunya membuat Indriati dan keluarganya curiga.

“Mobil sudah di depan rumah saya sejak Minggu (21/1) pagi sekitar pukul 04.00. Awalnya saya pikir itu milik driver online yang biasa mangkal di sekitar sini. Tapi sampai tadi pagi (kemarin, red) kok masih ada. Lalu pagi tadi saya baca berita kalau ada kasus pembunuhan yang mobilnya dibawa kabur. Merek mobilnya sama dengan yang parkir di depan rumah,” ujarnya saat ditemui di lokasi penemuan mobil korban, Senin (22/1).

Hal itu kemudian dilaporkan Indriati ke ketua RT setempat dan kemudian diteruskan ke Bhabinkamtibmas Barusari dan Polrestabes Semarang. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh petugas Polrestabes Semarang dengan mendatangi lokasi yang merupakan kompleks perumahan tentara tersebut.

Petugas langsung mencocokkan identitas mobil dan memang benar bahwa mobil tersebut milik Deny Setiawan yang ditemukan tewas bersimbah darah di persimpangan Jalan Taman Cendana-Jalan Cendana Selatan IV, RT 03 RW 09, Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, pada Sabtu (20/1) malam.

“Menurut keterangan warga mobil ini diletakkan di jalan Cokroaminoto Minggu subuh. Baru tadi pagi oleh warga dilaporkan RT dan ke Babinkamtibmas. Setelah dicek ternyata benar ini mobil milik korban yang dibuang dalam kondisi tergeletak bersimbah darah di Sambiroto,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji, saat ditemui di lokasi ditemukannya mobil korban.

Setelah dipastikan bahwa mobil tersebut milik korban, petugas Olah TKP Polrestabes Semarang dan Polda Jateng serta Labfor Mabes Polri Cabang Semarang langsung melakukan identifikasi. Hasil pemeriksaan pada bagian dalam mobil ditemukan adanya bercak darah, terutama pada bagian kursi pengemudi. Diduga kuat itu merupakan bekas darah korban saat dieksekusi oleh pelaku.

“Di dalam mobil ditemukan bekas darah yang bisa dipastikan itu darah korban. Tapi kami identifikasi lebih teliti lagi, barangkali masih ada jejak pelaku yang tertinggal di mobil,” terangnya.

Abioso memaparkan berdasarkan analisa sementara korban dieksekusi oleh pelaku ketika mengemudikan mobil. Untuk mengeksekusi korban dalam keadaan tersebut diperlukan setidaknya dua orang. Meski demikian pihaknya masih perlu mengembangkan lagi terkait dugaan pelaku lebih dari satu orang tersebut.

“Kalau sementara mengamati kondisi mobil dan darah di dalam mobil, kami mereka-reka korban ini dieksekusi ketika mengemudikan mobil. Dimungkinkan paling tidak ada dua orang pelaku. Satu duduk di belakang, satu di depan sebelah kiri pengemudi. Peran di belakang mengeksekusi, peran di samping kiri mengendalikan laju mobil,” paparnya.

Disinggung terkait motif pembunuhan tersebut, Abioso belum dapat memastikannya. Begitu juga terkait lokasi ditemukannya mobil korban yang berada di perumahan belakang RS Tentara Wiratamtama tersebut. Selain itu juga masih diselidiki lebih lanjut apakah ada barang lain milik korban yang hilang kecuali handphone.

“Motif sementara belum bisa saya sampaikan. Kami masih melakukan upaya penyelidikan supaya kasus ini menjadi terang. Untuk barang yang hilang sejauh ini tidak ada kecuali handphone korban yang belum ditemukan. Kami akan identifikasi secara teliti lagi dan akan meminta keterangan istri korban, barang apa saja yang dibawa korban karena dia yang mengatahui, baik sebelum kejadian atau yang belum ditemukan setelah kejadian,” ungkapnya.

Petugas melakukan identifikasi mobil Grand Livina milik korban yang ditemukan di depan rumah nomor 39, Jalan HOS Cokroaminoto, Barusari Semarang. FOTO:AHMAD KHOIRUL ASYHAR/JATENG POS

Sementara terkait apakah pelaku merupakan seorang profesional, Abioso belum dapat memastikan namun kemungkinan tersebut bisa saja ada. Hal itu juga berkaitan dengan pewangi yang ditemukan di lokasi kejadian, tepat didekat tubuh korban yang tergeletak.

“Pada saat ditemukan parfum (pewangi, red) bisa dikatakan demikian. Berarti pelaku dapat mengatahui teknik kepolisian. Saya belum bisa katakan apakah adanya perfum itu kebetulan atau sebuah kesengajaan untuk mengelabuhi,” tandasnya.

Untuk diketahui, Deny Setiawan (25) ditemukan tewas bersimbah darah di persimpangan Jalan Taman Cendana-Jalan Cendana Selatan IV, RT 03 RW 09, Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang pada Sabtu (20/1), sekitar pukul 21.30. Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan luka sayatan lebar pada bagian leher. Luka Sayatan tersebut diduga kuat yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Sementara itu di sekitar tubuh korban juga ditemukan sebungkus pewangi.

“Hasil otopsi, luka yang mematikan korban adalah akibat tusukan benda tajam, disayat kemudian ditarik. Kerongkongan hampir putus itu yang menyebabkan kematian, kehabisan darah. Untuk luka lain tidak ada. Hasil penelusuran lain, korban ini merupakan driver online yang mempunyai dua akun yakni Grab dan Go-Car. Tapi saat kejadian akun yang aktif terakhir adalah Grab,” pungkas Abioso. (har/muz)