“MOLI GOYONG” Tingkatkan Motivasi Belajar PPKn

Ulil Fitriyani, S.Pd.SD

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosiokultural, bahasa, dan suku bangsa untuk menjadi warga negara indonesia yang cerdas,terampil dan berkarakter sebagaimana yang diamanatkan oleh pancasila dan UUD 1945. Karena pendidikan tersebut untuk menjadikan peserta didik memiliki perubahan motivasi belajar yang diselenggarakan sekolah yang tujuannya adalah untuk memberikan bekal kemampuan dasar sebagai perluasan sehingga akan bermanfaat bagi peserta didik untuk mrengembangkan kehidupannya sebagai anggota masyarakat dan warga negara sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Unrtuk meningkatkan hasil belajar siswa, diperlukan motivasi belajar yang baik, diperlukan suatu proses yang berkesinambungan. Proses yang dimaksud adalah proses penanganan khusus terhadap peserta didik melalui pendidikan. Menurut Winkel (dalam Aina Mulyana,2018) mengartikan motivasi belajar adalah segala usaha di dalam diri sendiri yang menimbulkan kegiatan belajar, dan menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar serta memberi arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki tercapai.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, kemampuan guru juga harus ditingkatkan. Guru harus meninggalkan kebiasaan yang menganggap gurulah satu-satunya sumber informasi. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran perlu ditingkatkan, sehingga tercipta suasana belajar yang aktif dan mandiri. Guru hanya bertindak sebagai informator, fasilitator dan motivator. Namun pada kenyataannya sangat sulit mengharapkan siswa memiliki kesadaran untuk melibatkan diri secara aktif jika tidak ada motivasi dari guru. Salah satu penyebabnya adalah adanya kebiasaan guru yang hanya menggunakan media buku sebagai sumber dalam proses belajar mengajar. Padahal peranan media pembelajaran pada proses belajar mengajar sangatlah penting. Bahkan menurut Sudjana & Rivai dalam Azhar Arsyad (2013:28) mengemukakan bahwa manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa yaitu: 1) Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar; 2) Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga lebih dipahami oleh siswa.

Oleh karena itu untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, maka penulis menggunakan media Monopoli Gotong royong ( Moli Goyong) tentang manfaat bergotong royong pada pembelajaran PPKn. Monopoli gotong royong ini merupakan media terbuat dari kertas HVS yang di desain seperti permainan monopoli pada umumnya, terdiri dari 18 kotak yang diisi angka berurutan dan diberi warna selang seling yaitu kuning, hijau dan kotak bonus, terdapat dadu yang ditulis angka dan gulungan kertas bulat sebagai pion, juga disajikan kartu lipatan yg berisi 10 materi, 10 soal dan 6 soal bonus dan ada skor yang diperoleh dibawahnya. Sedangkan cara menggunakan media tersebut adalah; 1) peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, kemudian masing-masing kelompok mendapatkan 1 lembar permainan monopoli, 3 buah pion, 1 lembar tabel skor, dan 1 buah dadu. 2) Setiap teman sepasang melempar dadu dua kali, yang mendapatkan jumlah terbanyak berhak main duluan. 3) Lalu pemain melempar dadu kembali. Setelah itu menempatkan pion sesuai angka yang di dapat. Jika bergambar kuning maka tugasnya membaca materi, jika bergambar hijau maka mendapatkan soal. 4) Jika mendapat materi, maka ia mendapatkan skor antara 200-500, jika mendapatkan soal, dan jawabannya benar maka mendapatkan skor antara 600-1000. Namun jika salah, ia harus membayar denda 100, jika pion berada pada kotak bonus, maka soal/materi dikerjakan bersama-sama dan skor dibagi rata. 4) Setiap skor dicatat dalam lembaran yang sudah disediakan. Kemudian permainan selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan guru.

Dengan adanya media tersebut terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Keaktifan siswa lebih meningkat dan siswa lebih tertarik dan bersemangat dalam belajar.

.

Oleh :

Ulil Fitriyani, S.Pd.SD

Guru SD Negeri 1 Mayonkidul, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara