Beranda Jateng Naik Becak Keliling Alun-alun, Kapolres yang Mengayuh

Naik Becak Keliling Alun-alun, Kapolres yang Mengayuh

Cara Unik Melepas Anggota Polisi Purna Tugas

792
UNIK: Kapolres Polres Magelang Kota ikut mengayuh becak yang dinaiki anggota kepolisian purna tugas keliling Alun-alun Kota Magelang, kemarin
UNIK: Kapolres Polres Magelang Kota ikut mengayuh becak yang dinaiki anggota kepolisian purna tugas keliling Alun-alun Kota Magelang, kemarin

JATENGPOS.CO.ID, MAGELANG– Di awal tahun 2018, Polres Magelang Kota melepas 16 wisudawan purna bakti periode 1 Juli 2017-1 Januari 2018. Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan memimpin langsung pelepasan dengan tradisi upacara pedang pora di halaman Mako Polres setempat, akhir pekan kemarin.

Namun upacara kali ini tampak berbeda dengan prosesi pada umumnya, karena ada aksi unik yang dilakukan kepolisian setempat. Mereka yang purna bakti sengaja dinaikkan ke atas becak hias sekaligus diarak keliling Alun-alun Kota Magelang.

Sementara menjadi petugas genjotnya adalah para anggota kepolisian yang masih muda. Bahkan, pucuk komando wilayah hukum Polres Magelang Kota pun turut menggenjot becak itu sembari mengangkut penumpang, yakni mantan Kapolsek Magelang Selatan AKBP Muh Dahlan Nuri beserta istri.

Tak ketinggalan, Waka Polres Magelang Kota Kompol Prayudha Widiyatmoko pun demikian. Ia dan istri menggenjotkan becak yang ditumpangi mantan Kabag Ops Kompol Indi Istadji beserta istri.

Kedua perwira menengah ini menggenjot becak sepanjang sekitar 100 meter dan dilanjutkan oleh anggota lain hingga mengelilingi Alun-alun Kota Magelang. Terlihat para pensiunan ini tersenyum bahagia, bahkan tertawa lepas setelah sebelumnya tampak sedih saat berlangsungnya upacara pedang pora.

”Kreasi ini wujud apresiasi institusi pada personel yang telah mengakhiri tugas, selain juga ucapan terima kasih yang sangat besar pada jasa mereka,” kata Kapolres AKBP Kristanto Yoga Darmawan.

Ia menjelaskan, pelepasan wisudawan purna bakti merupakan tradisi yang akan terus dilakukan. Sebab hal ini bisa dijadikan pengingat bahwa ketika pertama kali masuk Polri, orangtua dan keluarga menyambutnya dengan suka cita. Pun demikian saat mereka purna tugas.

Soal becak hias, Kristanto mengaku, merupakan ide unik yang baru pertama kalinya dilakukan. Menurut dia, acara ini sarat makna yang mendalam.

”Genjot becak menandakan kita sebagai yang muda mengantarkan yang tua, sekaligus wujud penghormatan. Kita yang muda/junior harus meneledani sifat baik mereka yang senior. Harapan mereka harus kita realisasikan, yakni Polri makin dicintai masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Magelang Kota, AKP Esti Wardiani menambahkan, mereka yang purna terdiri dari dua perwira menengah (pamen), sepuluh perwira pertama (pama), dan empat brigadir. Dua Pamen yang purna adalah AKBP M Dahlan Nuri dengan jabatan terakhir Kapolsek Magelang Selatan dan Kompol Indi Istadji dengan jabatan terakhir Kepala Bagian Operasional.

”Tradisi berkeliling dengan becak hias ini memang baru pertama dan menurut rencana akan dilanjutkan lagi. Karena memang unik dan mendidik kita supaya hormat kepada senior dan meneladani sifat yang baik dari mereka,” pungkasnya. (wid/jpnn/muz)