31 C
Semarang
Senin, 16 Maret 2026

Difasilitasi Mudik Gratis, Inilah Wujud Terima Kasih Unik Pedagang Bakso kepada Gubernur Ahmad Luthfi


JATENGPOS. CO. ID, JAKARTA — Program Mudik Gratis Lebaran 2026 yang diselenggerakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah disambut antusias oleh ribuan peserta. Beragam cara para peserta mengungkapkan rasa gembira dan rasa terima kasihnya.

Salah satunya sebagaimana yang dilakukan oleh salah satu peserta, Lulik Setiyawan. Penjual bakso asal Kabupaten Karanganyar ini sengaja menghadiahi sebungkus bakso kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, karena merasa gembira bisa ikut program ini.

Momen tersebut terjadi saat Gubernur Ahmad Luthfi menyapa para peserta Mudik Gratis Pemprov Jateng di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Senin,16 Maret 2026.

Tepatnya saat ia meninjau dan menyapa pemudik di bus nomor 21 tujuan Kabupaten Karanganyar. Di tengah asyik dialog menanyakan perasaan dan pekerjaan para pemudik, tiba-tiba Ahmad Luthfi disodori sebungkus bakso.

“Kamu pekerjaannya apa, sudah ikut mudik gratis berapa kali?” tanya Ahmad Luthfi saat sampai ke tempat duduk Lulik.

Lulik kemudian menjawab bahwa ia bekerja sebagai pedagang bakso keliling. Tepatnya di kawasan Jakarta Selatan. Ia menceritakan bahwa sudah ikut mudik gratis dari Pemprov Jateng sejak tahun 2016 dan berhasil menghemat untuk ongkos mudik keluarganya ke Karanganyar.

Ia kemudian menyodorkan sebungkus bakso yang khusus ia buatkan untuk Sang Gubernur. Sebungkus bakso tersebut sebagai ungkapan terima kasih karena telah mengadakan Mudik Gratis tiap tahun.

“Pak, ngapunten. Niki kula damelke khusus kagem Pak Gubernur. (Pak, maaf. Ini saya persembahkan khusus untuk Pak Gubernur),” ujar Lulik sembari menyunggingkan senyumnya.

Baca juga:  Perjalanan KA dari dan Menuju Jakarta Kembali Dibatalkan Akibat Banjir

Ahmad Luthfi pun menerima sebungkus bakso itu dengan diselingi tawa hangat. Ia juga membalas dengan memberikan paket berisi makanan ringan untuk bekal di perjalanan.

“Top, dikasih bakso aku. Besok baliknya ikut program Balik Rantau Gratis juga? Bisa ngirit dong. Penting senang dan sehat ya,” kata Luthfi menanggapi.

Saat ditemui di lokasi, Lulik menceritakan sudah merantau ke Jakarta sejak lulus sekolah. Awalnya ia ikut orangtuanya yang juga merantau di Jakarta. Ia sempat bekerja serabutan dan membantu orangtuanya jualan bakso. Kemudian ia menikah dan memutuskan untuk berjualan bakso keliling sendiri. Sementara istrinya jualan jamu keliling.

“Hampir 25 tahun jualan. Dulu ikut orangtua di sini, terus sempat kerja, terus mulai jualan bakso sendiri setelah menikah pada tahun 2012,” ujar Lulik.

Penghasilan kotor Lulik dari jualan bakso keliling rata-rata Rp5 juta per bulan. Jumlah itu masih dipotong modal, biaya kontrak rumah, makan sehari-hari serta biaya listrik dan air.

“Kontrakan per bulan Rp800 ribu, kalau ditambah biaya makan, listrik, dan air ya total sebulan bisa sampai Rp1 juta,” ungkap pria yang menyewa rumah ukuran kecil itu bersama istri dan anak-anaknya.

Dari pendapatan yang pas-pasan tersebut, ia masih harus menabung untuk biaya sekolah anak. Kalau masuk musim lebaran, pengeluaran bisa lebih tinggi karena harus mudik ke kampung halaman. Beban tertinggi tentu saja ongkos tiket bus ke Karanganyar yang saat lebaran bisa tembus Rp600 ribu per orang.

“Mudik gratis ini sangat membantu sekali buat saya sekeluarga. Sudah ikut program ini dari 2016 kalau nggak salah. Dari dulu daftarnya masih antre di Kantor Badan Penghubung Jawa Tengah sampai sekarang bisa daftar lewat aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN),” ujarnya.

Baca juga:  Berkas Paslon AMIN dan Ganjar-Mahfud Dinyatakan Lengkap

Kisah di perantauan juga disampaikan oleh Bejo Fauzan, pedagang bakso di daerah Tanah Kusir, Jakarta. Bejo mengaku sudah merantau dan berjualan bakso Solo sejak tahun 1994. Mulai berjualan keliling menggunakan pikulan, kemudian menggunakan sepeda ontel, berlanjut pakai gerobak keliling, lalu membuka warung kaki lima, dan akhirnya dapat menyewa sebuah bangunan di wilayah Tanah Kusir.

“Di sini baru empat tahun, dulu warung tempel di depan situ, dulunya bangunan ini untuk warteg. Begitu sudah tidak digunakan warteg, saya masuk (kontrak). Sewanya sebulan Rp3,5 juta. Pendapatan bisa Rp6-7 juta perbulan,” ujar warga asal Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar itu saat ditemui di warungnya sehari sebelum berangkat mudik.

Meski sudah puluhan tahun merantau, baru tahun ini Bejo dan keluarganya ikut program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemprov Jateng. Tahun-tahun sebelumnya ia tidak tahu kalau ada program tersebut. Setiap mudik, ia harus merogoh kantong yang cukup dalam hanya untuk membeli tiket seharga Rp600 ribu per orang.

“Baru tahu tahun ini dari Mas Lulik, lalu saya minta tolong untuk didaftarkan sekeluarga. Bersyukur sekali ada program mudik gratis ini, lumayan uangnya bisa beli susu anak dan buat bekal lebaran di kampung,” tutur sosok yang ramah tersebut. (ucl)



TERKINI


Rekomendasi

...