“ NHT ” Tingkatkan Hasil Belajar Sifat Bangun Ruang

Matematika memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan, oleh sebab itu Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib di diberikan dari jenjang Sekolah Dasar. Luasnya cakupan meteri menyebabkan pada proses pembelajaran untuk lebih mementingkan terselesaikannya  seluruh materi tanpa mempertimbangkan pemahaman peserta didik terhadap konsep yang diajarkannya. Keadaan ini mengakibatkan proses pembelajaran cenderung masih menggunakan metode ceramah dan penugasan, akibatnya peserta didik meresponnya dengan pola belajar mencatat dan menghafal.

Hasil belajar merupakan perubahan perilaku individu yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Perubahan perilaku tersebut diperoleh setelah siswa menyelesaikan program pembelajaran melalui interaksi dengan berbagai sumber belajar dan lingkungan belajar. Rusmono (2017). Menurut Kunandar (2013:62) Hasil belajar adalah kompetensi atau kemampuan tertentu baik kognitif, afektif maupun psikomotorik yang dicapai atau dikuasai peserta didik setelah mengikuti proses belajar mengajar.

Dari pendapat ahli di atas disimpulkan bahwa hasil belajar dalam hal ini adalah gabungan dari pola-pola  perilaku, perubahan-perubahan, kemampuan yang terjadi pada siswa meliputi ranah kogniif, afektif, dan psikomotorik melalui berbagai sumber belajar setelah siswa menyelesaikan pembelajaran. Model pembelajaran yang bervariasi dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran karena pembelajaran tidak berpusat pada guru akan tetapi belajar merupakan suatu proses dari setiap individu untuk berusaha mendapatkan perubahan dari bentuk perilaku yang relatif menetap. Hasil belajar yang dimaksud adalah hasil belajar sifat bangun ruang  sangat rendah.

Model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) suatu model pembelajaran berkelompok yang setiap anggota kelompoknya bertanggung jawab atau tugas kelompoknya sehingga tidak ada pemisahan antara siswa yang satu dengn siswa yang lain untuk saling memberi dan menerima antara satu dengan yang lain. Shoimin (2017:108). Sedangkan menurut Hosnan (2014:252) menjelaskan bahwa Numbered Head Together (NHT) merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik. Tahap-tahap model pembelajaran Nabered Head Together (NHT) adalah sebagai berikut : Guru menyampaikan materi pembalajaran kepada siswa sesuai kompetensi dasar yang ingin dicapai, guru memberi pertanyaan kepada peserta didik untuk mendapatkan skor dasar. Guru membagi kelompok dan setiap kelompok diberi nomor yang akan menjadi identitas setiap kelompok sebagai perwakilan yang menjawab, mengajukan permasalahan yang akan dipecahkan bersama dalam kelompok, mengecek pemahaman peserta didik dengan memanggil salah satu nomor anggota kelompok untuk menjawab, guru memfasilitasi peserta didik dalam merangkum, mengarahkan, dan memberi penegasan ulang pada akhir pembelajaran, guru memberi penghargaan kepada kelompok berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individu dari skor awal ke skor berikutnya.

Sehingga dapat disimpulkan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) menjadikan siswa dapat berfikir aktif dan bekerja sama untuk saling berkomunikasi antara satu dengan yang lainya sehingga dapat berkembang bersama, bertanggung jawab dan menghasilkan informasi yang menarik serta mendalam sehingga menimbulkan percaya diri  pada siswa untuk menghasilkan karya yang dapat diperlihatkan dengan teman-temannya sehingga  pembelajaran tentang sifat bangun ruang dapat terselesaikan

Dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) yang diterapkan pada materi sifat bangun ruang di kelas 5 SD Negeri Donorojo membuat pembelajaran menyenangkan siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran di kelas dan hasil luar biasa adalah meningkatkan hasil belajar siswa.

Oleh :

SEMEDI, S.Pd

Guru SD Negeri Donorojo

Kecamatan Tretep Kabupaten Temanggug