JATENGPOS.CO.ID, LILLE – Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, memamerkan fanatisme sepak bola Indonesia dalam konferensi pers pertamanya dengan LOSC Lille pada Jumat (12/09/2025). Verdonk baru saja pindah dari NEC Nijmegen ke Lille pada musim panas 2025. Pemain berusia 28 tahun itu menandatangani kontrak selama tiga tahun.
“Seperti, bagaimana ya mengatakannya, seperti orang-orang percaya kepada Tuhan. Di sana juga ada banyak orang yang menganggap sepak bola dan agama itu sama. Begitu besarnya arti sepak bola bagi mereka, penuh gairah,” ujar Calvin Verdonk dalam kanal YouTube LOSCa.
Verdonk menceritakan pengalamannya hampir setiap kali dipanggil ke Timnas Indonesia. Dia mengisahkan bahwa stadion sudah penuh tiga jam sebelum sepak mula.
“Kalau Anda pergi ke stadion tiga jam sebelum pertandingan, stadionnya sudah penuh. Bahkan di tempat kami menginap, kami membutuhkan keamanan untuk melindungi kami dari para fans. Begitu besarnya sepak bola di sana,” ucap Verdonk.
Verdonk menjadi bagian dari perjuangan Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Dia akan membela tim berjulukan Garuda itu dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada Oktober 2025.
Verdonk menilai sepak bola Indonesia terus berprogres, terutama Timnas Indonesia pimpinan Patrick Kluivert yang berhasil melaju ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
“Sepak bola juga sedang berkembang sekarang dengan taktik, terutama dengan hadirnya pelatih baru, Patrick, dan staf teknis asal Belanda. Sepak bola benar-benar berkembang, dan para fans di sana benar-benar luar biasa,” imbuhnya.
Verdonk yakin Timnas Indonesia bisa menang atas Timnas Arab Saudi dan Timnas Irak untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Ia menceritakana bagaimana fanatisme sepak bola Indonesia, juga tentang perjuangan Timnas Indonesia untuk bermain di Piala Dunia pertama kalinya.
“Para fans Indonesia benar-benar setia dan mereka mengikuti setiap pemain Indonesia, terutama di media sosial,” ujar Verdonk.
Timnas Indonesia tergabung di Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia bersama tuan rumah Arab Saudi dan Irak. Putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia akan digelar pada Oktober 2025. Sebagai host, Arab Saudi jelas diuntungkan.
“Namun sekarang situasinya adalah kami punya dua pertandingan pada Oktober 2025 melawan Arab Saudi dan Irak seperti yang Anda katakan, dan kami hanya harus memenangkan dua pertandingan itu. Itu akan sangat sulit,” ungkap Verdonk.
Timnas Indonesia akan memulai perjalanannya di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dengan melawan Arab Saudi pada 8 Oktober 2025 dan Irak pada tiga hari berselang.
“Saya tidak tahu apakah saya boleh mengatakannya, tapi kami bermain di Arab Saudi melawan Arab Saudi. Jadi memang akan sulit, tapi di sana kami juga punya tim dengan mentalitas yang bagus. Kami pergi ke sana hanya untuk menang, dan kami akan pergi ke Piala Dunia bersama Indonesia untuk pertama kalinya,” tuturnya.
Calvin Verdonk mengungkapkan alasannya memilih untuk membela Timnas Indonesia, meski lahir dan besar di Belanda. Dihadapan jurnalis Prancis saat diperkenalkan sebagai pemain anyar Lille, Verdonk menyebut bersedia memperkuat Tim Garuda karena memiliki peluang lolos ke Piala Dunia 2026.
Dalam konferensi pers pertamanya, Calvin Verdonk menjelaskan latar belakang keluarganya yang membuatnya memiliki dua pilihan. Ayahnya berasal dari Indonesia, sementara ibunya lahir di Belanda.
“Ibu saya lahir di Belanda dan ayah saya di Indonesia. Saya selalu punya pilihan untuk bermain bagi Belanda atau Indonesia,” ujar Verdonk.
Dia mengaku sudah mendapat tawaran dari Timnas Indonesia sejak beberapa tahun lalu. Salah satu pelatih sebelumnya bahkan sempat memintanya bergabung.
“Pelatih sebelumnya sempat meminta saya bermain untuk Timnas Indonesia. Saya sedikit mengikuti perkembangannya di sana,” katanya.
Menurut Verdonk, sepak bola Indonesia sedang berkembang pesat. Apalagi, ada target besar yang kini tengah diperjuangkan, yaitu lolos ke Piala Dunia 2026.
“Saya melihat sepak bola sedang bertumbuh dan ada tujuan besar yang diperjuangkan. Itu sangat penting bagi saya, terutama kesempatan berjuang untuk lolos ke Piala Dunia,” ucapnya.
Faktor itulah yang membuat Verdonk akhirnya memutuskan mengenakan seragam Merah Putih. Keputusan itu menjadikannya salah satu pemain naturalisasi yang langsung masuk ke tim utama. “Karena itulah saya memilih Timnas Indonesia,” tegas Verdonk.
Selain membicarakan Timnas Indonesia, Verdonk juga menyinggung soal jersey Lille di Indonesia. Dia menyebut hingga kini belum melihat ada penggemar yang memakai namanya.
“Belum, saya pikir mereka belum sempat membelinya. Tetapi pasti bulan depan, saat menghadapi Arab Saudi dan Irak, kita akan melihat jersey LOSC itu,” pungkasnya. (bol/riz)



