JATENGPOS.CO.ID, SIDOARJO – Pelatih PSIS Semarang, Jefri Sastra, cukup puas dengan penampilan anak asuhnya meskipun harus mengakui keunggulan Barito Putera pada pertandingan pekan ke-13 Pegadaian Championship 2025/2026.
Meski PSIS Semarang harus tumbang dengan skor 0-1 dari Barito Putera dalam duel yang berlangsung Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (27/12/2025) itu, Jafri Sastra mengakui apabila anak asuhnya tak bermain buruk.
Sayangnya, setelah bisa menahan berbagai potensi ancaman Laskar Antasari, gawang Mahesa Jenar justru kebobolan lewat tendangan bebas Rizky Pora (35’). Padahal, semua keunggulan sudah diantisipasi oleh PSIS.
“Saya pikir, para pemain kami sebetulnya tidak bermain buruk saat menghadapi Barito Putera. Terbukti, kebobolan kami pada pertandingan ini terjadi bukan dari situasi open play,” kata Jafri Sastra seusai pertandingan.
“Sebetulnya kami sudah mempersiapkan taktik dan mental anak-anak untuk mengantisipasi eksekusi bola mati. Namun, nyatanya sepak bola tidak bisa kami prediksi secara bulat-bulat dan akhirnya kebobolan dari aspek ini,” imbuhnya.
Dengan kemenangan ini, Barito Putera semakin kukuh di puncak klasemen sementara Pegadaian Championship 2025/2026. Sementara itu, PSIS Semarang belum berhasil beranjak dari posisinya di dasar klasemen.
Pelatih berusia 60 tahun itu mengakui ada beberapa aspek yang masih harus dibenahi Mahesa Jenar setelah kekalahan ini. Dia berharap, anak asuhnya bisa belajar dari kekalahan ini setelah gagal meraih poin di kandang lawan.
“Saya pikir masih ada banyak hal yang perlu kami perbaiki. Dari laga ini, kami sudah mengetahui seperti apa Barito Putera bermain. Kami sebetulnya juga sudah bisa mengantisipasinya. Bahkan, kami awalnya punya target untuk meraih poin di laga ini,” katanya.
“Yang menjadi masalah adalah kami tidak bisa membalas gol tersebut. Kami menekan lawan pada menit-menit akhir. Namun, akhirnya kami harus menerima kekalahan pertandingan ini,” tambah pelatih asal Padang, Sumatera Barat itu.
Terlepas dari satu gol yang bersarang di gawangnya itu, sebetulnya PSIS sudah berhasil meredam berbagai potensi ancaman yang dihadirkan oleh skuad asuhan Stefano Cugurra. Sayangnya, bol balasan tak kunjung datang.
Setelah pertandingan ini, Jafri Sastra akan mengevaluasi beberapa hal agar anak asuhnya siap untuk menghadapi pertandingan selanjutnya melawan Persipal Palu yang bakal berlangsung pada Sabtu (3/1/2026).
“Tentu pertandingan ini harus kami evaluasi dan analisis lebih dalam lagi. Kemudian, kami harus kembali bersiap-siap menghadapi pertandingan berikutnya melawan Palu,” kata pelatih berlisensi AFC Pro tersebut.
Sementara itu, penyerang PSIS Semarang, Amir Hamzah, juga merasa kecewa dengan hasil ini. Namun, dia memastikan apabila Mahesa Jenar akan terus berbenah agar bisa meraih hasil positif pada laga berikutnya.
“Menurut saya, kami bermain sudah cukup bagus. Hanya saja, hari ini belum rezeki kami untuk mendapatkan tiga poin. Sebab, kami justru kecolongan lewat gol free kick. Saya meminta maaf kepada masyarakat Semarang. Untuk selanjutnya, kami akan memperbaiki kembali,” kata Hamzah.
Perburuan pemain PSIS Semarang masih belum berakhir. Terbaru, Mahesa Jenar resmi mengumumkan perekrutan bek asing asal Kolombia, Aldair Simanca, untuk menambah kekuatannya di Pegadaian Championship 2025/2026.
Aldair Simanca jadi amunisi impor pertama yang didatangkan PSIS Semarang sebelum bursa transfer dibuka. Sebelumnya, skuad asuhan Jafri Sastra itu sudah merekrut tiga amunisi naturalisasi dan lima pemain lokal.
“Hari ini, kami mengumumkan secara resmi perekrutan Aldair Simanca, pemain belakang dengan status pinjaman dari Borneo FC,” ujar asisten manajer PSIS Semarang, Reza, pada Senin (22/12/2025) malam WIB.
Perekrutan Aldair Simanca tentu diharapkan bisa memperbaiki catatan minor Mahesa Jenar sepanjang Pegadaian Championship 2025/2026. Sebab, mereka memang memiliki catatan yang minor di area pertahanan.
Reza menjelaskan PSIS memiliki keyakinan besar terhadap kualitas bek berusia 27 tahun tersebut. Harapannya, hadirnya Simanca bisa menambah kekuatan skuad asuhan Jafri Sastra, terutama di lini belakang.
“Kami merasa yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh Aldair Simanca. Dan tentu harapannya dirinya bisa mengangkat performa tim PSIS Semarang pada lanjutan kompetisi,” kata Reza menjelaskan.
Area pertahanan Mahesa Jenar memang memiliki rapor merah di musim ini. Sebab, dari 12 pertandingan, mereka sudah kemasukan 29 gol. Itu menjadi catatan terburuk kedua di antara seluruh kontestan.
Mahesa Jenar hanya lebih baik dari Sriwijaya FC yang telah kemasukan 33 gol dari 12 laga. Sebetulnya, di area ini, PSIS Semarang sudah punya satu pemain asing dari Montenegro, yakni Marko Ivanovic, rekrutan kesembilan
Aldair Simanca menjadi pemain anyar kesembilan yang telah resmi didatangkan oleh PSIS Semarang. Sebelumnya, Mahesa Jenar sudah memperkenalkan sebanyak tiga pemain naturalisasi berpengalaman.
Mereka adalah Esteban Vizcarra, Otavio Dutra, hingga Alberto Goncalves. Mereka menyusul dua pemain eks Persela Lamongan yang telah lebih dulu direkrut, yakni Wawan Febrianto dan Ocvian Chanigio.
Adapun tiga nama pertama yang sudah mendarat paling awal adalah Tegar Infantrie, Fahmi Al-Ayyubi, dan Gustur Cahyo. Bukan tidak mungkin, daftar ini masih akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Intensifnya perekrutan pemain PSIS Semarang meski bursa transfer belum dibuka ini merupakan langkah serius dari manajemen baru untuk menyelamatkan nasib Mahesa Jenar yang terancam degradasi.
Meski pada laga terakhir mereka sudah menang atas Persiba Balikpapan, posisi Mahesa Jenar sampai saat ini masih berada di peringkat ke-10 alias dasar klasemen Grup Timur dengan koleksi lima poin dari 12 laga. (bol/riz)






