JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Stadion Gelora Merdeka Jombor menjadi saksi perjuangan dramatis Persiharjo Sukoharjo saat menjamu Persikaba Blora dalam lanjutan Grup A Liga 4 Jawa Tengah, Rabu (14/1/2026). Melalui gol tunggal di detik-detik akhir, tim berjuluk Laskar Honggopati sukses mengamankan kemenangan 1-0.
Kemenangan ini membuat Persiharjo semakin dingin di puncak klasemen Grup A dengan koleksi 10 poin. Hasil ini sekaligus membuka lebar pintu menuju babak berikutnya, meski masih menyisakan dua laga sisa melawan PSIR Rembang dan Safin Pati.
Kemenangan Persiharjo ini juga disaksikan Bupati Sukoharjo Etik Suryani secara langsung, didampingi Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo yang juga Ketua Persiharjo, Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Sahputra, Dirut PT Garuda Mabar Machmud Lutfi dan sejumlah tokoh Sukoharjo.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani nampak ikut bahagia dan bangga dengan penampilan Laskar Honggopati yang tampil total. Ketua Persiharjo, Eko Sapto Purnomo, mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang bertarung habis-habisan hingga peluit panjang berbunyi.
“Kemenangan atas Persikaba melalui gol tunggal di menit akhir perpanjangan adalah bukti semangat pantang menyerah. Ini memenuhi harapan masyarakat dan fans yang sudah merindukan prestasi,” ujar Eko Sapto.
Dukungan finansial pun dipastikan mengalir deras. Direktur Utama PT Garuda Mabar, Machmud Lutfi Husain, menegaskan pihaknya akan terus memberikan dukungan penuh.
“Pertandingannya sangat Luar Biasa,Minta doanya supaya Persiharjo bisa lolos dan menjadi juara Group. Dari PT Garuda Mabar akan selalu Support Penuh dari segi finansial. Jadi tim tinggal fokus berjuang bermain yang baik dan tetap junjung sportivitas,” tegasnya.
Pelatih Persiharjo, Dwi Joko Prihatin, mengakui laga berjalan alot karena tim lawan menerapkan strategi bertahan yang rapat dengan menumpuk pemain di lini tengah.
“Mereka menumpuk dua pivot sehingga kita kesulitan. Di babak kedua kita ubah strategi dengan banyak bermain dari samping dan memaksimalkan set-piece. Alhamdulillah, gol lahir dari sana,” ungkap Dwi Joko.
Di sisi lain, kekecewaan mendalam dirasakan kubu Persikaba Blora. Pelatih Persikaba, Gusnul Yakin, menyayangkan kepemimpinan wasit, terutama hakim garis, yang dianggap merugikan timnya.
“Kunci pertandingan adalah kinerja wasit. Bukan karena kami kalah tapi kami kecewa kinerja wasit dalam pertandingan ini. Saya tidak bisa berkata-kata, semoga ini menjadi evaluasi untuk pertandingan ke depan,” ujar mantan pelatih legendaris dari Deltras Sidoharjo tersebut. (dea)



