27 C
Semarang
Kamis, 15 Januari 2026

Alvaro Arbeloa Bangkitkan Mental Juara

Pengganti Xabi Alonso di Madrid

JATENGPOS.CO.ID, MADRID – Real Madrid secara resmi memperkenalkan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala baru pada Selasa (13/01/2026), menyusul pemecatan mengejutkan Xabi Alonso pada Senin malam.

Saat pengumuman yang dilakukan Real Madrid, tidak diungkapkan apakah Arbeloa akan menjadi pengganti tetap Xabi Alonso, atau hanya sebagai pelatih sementara. Jangka waktu kontrak Arbeloa juga tidak disebutkan.

Penunjukan Alvaro Arbeloa sempat memunculkan spekulasi mengenai potensi situasi canggung, mengingat hubungannya yang sangat dekat dengan Xabi Alonso. Namun nama Arbeloa memang telah lama disebut-sebut sebagai kandidat penerus jika klub memutuskan berpisah dengan Xabi Alonso.

“Setelah saya mengetahui keputusan klub dan Xabi untuk mencapai kesepakatan bersama untuk berpisah, tentu saja saya berbicara dengannya. Semua orang tahu hubungan saya dengan Xabi sangat dekat,” ujar Arbeloa dalam konferensi pers perdananya.

Debut Arbeloa akan terjadi pada pertandingan Real Madrid kontra Albacete pada babak 16 besar Copa del Rey, Kamis (15/01/2026) dini hari WIB.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa persahabatannya dengan Alonso melampaui urusan profesional. “Kami memiliki persahabatan yang melampaui segalanya. Ia akan sukses di mana pun berada, dan kami akan selalu saling mendukung,” tambahnya.

Real Madrid bergerak cepat setelah memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso pada Senin malam waktu setempat.

Kurang dari satu jam berselang, klub raksasa Spanyol itu langsung mengumumkan bahwa Alvaro Arbeloa, pelatih Real Madrid Castilla sekaligus mantan rekan setim Alonso, akan mengambil alih kursi pelatih tim utama.

Penunjukan ini pun memunculkan pertanyaan besar: seperti apa Real Madrid di bawah arahan eks bek kanan tersebut? Arbeloa bukan sosok asing di lingkungan klub. Selama sekitar 5,5 tahun terakhir, ia telah menjadi bagian dari sistem kepelatihan Real Madrid.

Baca juga:  Debut Ole Romeny

Ia mulai bergabung pada 2020 sebagai pelatih tim U-14, kemudian naik menangani U-16, sebelum dipercaya memimpin tim U-19 selama tiga musim. Musim panas lalu, Arbeloa menggantikan Raul Gonzalez sebagai pelatih Castilla.

Menurut laporan Cadena Cope, satu di antara faktor utama yang membuat Arbeloa dipercaya memimpin tim senior adalah hubungannya yang sangat dekat dengan Presiden Real Madrid, Florentino Pérez.

Keduanya disebut telah menjalin relasi erat sejak Arbeloa meninggalkan klub sebagai pemain. Perez juga menilai Arbeloa sebagai figur penting dan bernilai tinggi dalam struktur pembinaan pemain muda klub.

Sepanjang menangani tim-tim akademi Real Madrid, Arbeloa telah memimpin sekitar 200 pertandingan dengan catatan impresif: 151 kemenangan. Ia dikenal sukses di hampir setiap level yang ditanganinya.

Cadena Cope menyebutkan bahwa tim-tim asuhan Arbeloa umumnya bermain dengan formasi 4-3-3. Dalam skema tersebut, peran bek sayap sangat agresif, kerap melakukan overlap melewati pemain sayap. Arbeloa menekankan permainan melalui sisi lapangan, menggunakan penyerang tengah klasik bernomor punggung sembilan, dengan pemain depan yang kerap bergerak menusuk ke dalam.

Di lini tengah, biasanya ada satu gelandang bertahan yang berfungsi sebagai jangkar tepat di depan lini pertahanan. Saat tidak menguasai bola, Arbeloa dikenal menuntut tekanan tinggi. Pendekatan ini, setidaknya secara teori, juga akan coba ia terapkan di tim utama.

Gaya kepelatihannya bahkan kerap dibandingkan dengan Jurgen Klopp, terutama dalam hal upaya merebut bola sedini mungkin di area lawan dan memanfaatkan ruang lewat serangan balik cepat.

Real Madrid memandang Arbeloa sebagai pelatih modern. Diario AS melaporkan bahwa kehadirannya di sistem pembinaan klub membawa peningkatan profesionalisme.

Mantan pemain Timnas Spanyol itu juga dikenal memanfaatkan teknologi secara intensif untuk menganalisis latihan dan pertandingan, termasuk merekam sesi latihan menggunakan drone. Dalam pertandingan, Arbeloa tak segan mengambil keputusan berani untuk mengubah jalannya laga.

Baca juga:  Luca Bidik Pildun 2026

Di sisi lain, kepribadiannya yang penuh gairah dan sikap partisan justru mendapat apresiasi dari klub. Arbeloa kerap melontarkan kritik keras terhadap kinerja wasit dan vokal membela posisi Real Madrid dalam konflik mereka dengan perangkat pertandingan di Spanyol.

Kepada para pemainnya, ia juga menunjukkan intensitas tinggi, menuntut kerja keras dan berusaha membakar semangat mereka.

Dari sisi pendekatan taktik dan struktur permainan, kehadiran Arbeloa kemungkinan tidak akan membawa perubahan radikal dibanding era Alonso, setidaknya sebelum Alonso mulai mengubah pendekatannya, November lalu.

Namun, perbedaan paling mencolok tampaknya akan terlihat dari sisi kepribadian. Jika Alonso dikenal tenang dan kalem, Arbeloa muncul sebagai pemimpin yang lebih emosional dan ekspresif di pinggir lapangan.

Dengan latar belakang kuat di internal klub dan karakter kepemimpinan yang kontras dengan pendahulunya, era Arbeloa di Real Madrid menjanjikan dinamika baru, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Alonso menyampaikan pernyataannya melalui akun Instagram pribadi. Ia menegaskan bahwa fase kariernya bersama Real Madrid telah berakhir.

Ia mengakui hasil yang dicapai tidak sesuai dengan ekspektasi klub maupun dirinya. Meski begitu, Alonso tetap menilai kesempatan melatih Real Madrid sebagai kehormatan besar. “Bab dalam karier saya ini telah berakhir. Hasilnya tidak berjalan seperti yang kami harapkan,” tulisnya di Instagram.

“Melatih Real Madrid adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Saya berterima kasih kepada klub, para pemain, dan terutama para penggemar serta komunitas Madridista atas kepercayaan dan dukungan mereka,” ucapnya. “Saya pergi dengan rasa hormat, penuh rasa terima kasih, dan kebanggaan karena telah melakukan yang terbaik.” (bol/riz)


TERKINI

Rekomendasi

...

The Blues Incar 16 Besar

PLN Sukses Gelar PLN Electric Run 2024,...

Luca Bidik Pildun 2026

Laga Penuh Gengsi

Jaga Posisi Puncak