JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Erick Thohir, melakukan kunjungan kerja ke Paralympic Training Center (PTC) Indonesia di Desa Delingan, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (14/2) siang.
Dalam kunjungan tersebut, Menpora membawa misi khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait kesejahteraan jangka panjang para atlet disabilitas.
Erick menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada prestasi di arena, tetapi juga masa depan finansial para atlet. Ia berencana menghadirkan program pendampingan literasi keuangan (financial literacy) agar bonus fantastis yang diterima atlet pasca-gemilang di Asean Para Games (APG) 2025 tidak habis seketika.
“Kita akan mendampingi melalui literasi keuangan supaya para atlet ini bisa menabung dan mengelola bonus menjadi aset produktif untuk masa depannya,” ujar Erick Thohir di hadapan para atlet dan pengurus NPC Indonesia.
Menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto, Menpora menyebut bahwa prestasi olahraga adalah cerminan kedigdayaan sebuah bangsa. Didampingi Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, Menpora meninjau langsung berbagai fasilitas di PTC, mulai dari arena akuatik, anggar, bulutangkis, hingga pusat sport science.
Erick memuji fasilitas di Karanganyar yang dinilainya sebagai yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara. Menurutnya, keberadaan PTC ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah tidak membedakan dukungan fasilitas bagi atlet paralimpiade.
“Saya menyaksikan sendiri, ini fasilitas yang luar biasa. Pemerintah hadir dan membuktikan komitmennya untuk mendukung penuh kegiatan NPC Indonesia,” tegasnya setelah sempat mencoba cabang olahraga tenis meja dan boccia bersama para atlet.
Meski masih dalam suasana euforia raihan 135 medali emas di APG 2025, Kemenpora memastikan tidak akan bersantai. Pemerintah kini tancap gas menyiapkan Pelatnas berkelanjutan untuk menghadapi Asian Games dan Asian Para Games 2026 di Jepang.
Terkait kendala anggaran, Menpora memastikan telah melakukan penyisiran dan konsolidasi bersama Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga, Surono. “Insha Allah anggaran ada. Terlepas dari efisiensi, kita akan undang NPC untuk duduk bareng mengevaluasi target-target ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua NPC Indonesia, Senny Marbun, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Menpora. Ia berharap dukungan fasilitas dan motivasi ini menjadi pelecut semangat atlet untuk terus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
“Inilah sumbangsih negara untuk paralympic Indonesia. Semoga ke depan kita semakin maju dan konsisten membanggakan bangsa,” pungkas Senny. (dea/rit)






