Omset Anjlok Karena PPKM, PKL Solo Digelontor Bantuan Kemenaker

13
PKL Manahan yang terdampak PPKM mendapatkan bantuan dari Kemenaker untuk modal usaha. 

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) baik Darurat maupun Level 4 membawa dampak bagi para pengusaha. Termasuk para pedagang kaki lima (PKL) di Kota Solo. Mereka mengeluhkan omset anjlok hingga 70 persen semenjak kebijakan tersebut dijalankan sejalan dengan menurunnya aktivitas masyarakat.

Salah satu PKL di area Manahan, Banjarsari, Nur Fitriana mengatakan, semenjak PPKM omsetnya turun drastis. Selain karena sedikitnya warga yang keluar rumah, juga karena ada pembatasan jam berjualan.

“Sebelum pandemi biasanya sehari penghasilan kotornya bisa sampai Rp1 juta, semenjak turun separonya. Dan tambah mlorot lagi selama PPKM. Uang yang bisa dibawa pulang sering nggak sampai Rp500 ribu,” ujar penjual thengkleng itu.

Hal senada juga diutarakan Budi Susanto (64). Pria yang juga Ketua Paguyuban PKL “Bangkit Berkarya” itu mengatakan omsetnya berjualan minuman es pisang juga anjlok sampai 70 persen selama PPKM berlangsung.

“Karena itu, mau memperbaiki peralatan jualan yang rusak juga belum bisa. Karena penghasilannya cuma bisa buat makan sehari-hari,” ujarnya.

Karena itu, ia bersyukur mendapat bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) yang disalurkan melalui paguyuban pedagang.

“Kondisi sekarang omzet anjlok 70 persen. Kami tidak bisa berbuat banyak. Setidaknya dengan bantuan ini bisa menyambung hidup,” kata Budi, yang sudah 14 tahun berjualan es di kawasan Manahan.

Sementara itu, Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemenaker, Suhartono mengakui dampak pandemi terhadap PKL sangat besar. Karena itu, pihaknya turun untuk memberikan bantuan berupa uang tunai kepada paguyuban PKL.

“Selain Solo, kita juga sudah memberikan bantuan untuk paguyuban PKL di Mojokerto dan DKI Jakarta juga. Ke depan, bantuan serupa akan terus kita gulirkan untuk membantu masyarakat kecil yang terdampak pandemi khususnya PPKM. Baik PKL maupun buruh,” ucapnya.

Ia menambahkan, Kemenaker sudah memiliki data calon penerima. Sementara ini tercatat sekitar 1.000 nama yang akan mendapatkan bantuan tenaga kerja mandiri bagi kelompok usaha yang digulirkan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah.

“Khusus untuk hari ini ada empat kelompok PKL Manahan Solo yang kami berikan bantuan uang tunai. Setiap kelompok ada 16 orang. Kami berikan uang Rp3,4 juta per orang untuk membantu usaha mereka. Dengan pemberian bantuan ini setidaknya bisa meringankan beban buruh dan PKL di Solo,” tutup dia. (jay)