Operasi Zebra Candi 2022 Serentak, Polres Semarang Jelaskan Sasaran dan Sanksi

KONFIRMASI PENINDAKAN: Petugas Satlantas Polres Semarang mengkonfirmasi surat penindakan ETLE kepada pengendara yang melakukan pelanggaran. FOTO: DOK. SATLANTAS POLRES SEMARANG/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN– Operasi Zebra 2022 digelar mulai 3 Oktober hingga 16 Oktober 2022 mendatang serentak seluruh jajaran Polda se-Indonesia. Satlantas Polres Semarang Polda Jawa Tengah menggelar operasi kepolisian terpusat tersebut bersandi Operasi Zebra Candi 2022 di sejumlah tempat di wilayah Kabupaten Semarang.

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika H A, SIK, MH., melalui Kasat Lantas AKP AKP Dwi Himawan C. SIK, MH., mengatakan penindakan diutamakan melalui mekanisme elektronik atau ETLE juga tilang manual di tempat-tempat tertentu.

“Operasi Zebra Candi 2022 digelar bertujuan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang presisi,” ujarnya, kemarin.

Adapun, dalam Operasi Zebra Candi kali ini, ada 13 jenis pelanggaran yang menjadi sasaran operasi. Berikut penjelasan selengkapnya besaran sanksi dan dasar aturan, yang menjadi target selama Operasi Zebra Candi 2022:

1. Melawan arus lalu lintas sebagaimana diatur dalam Pasal 287 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) sanksi denda maksimal Rp500 ribu.
2. Berkendara di bawah pengaruh alkohol sebagaimana diatur dalam Pasal 293 UU LLAJ sanksi denda maksimal Rp750 ribu.
3. Menggunakan HP saat mengemudi sebagaimana diatur dalam Pasal 283 UU LLAJ sanksi denda maksimal Rp750 ribu.
4. Tidak menggunakan helm SNI sebagaimana diatur dalam Pasal 291 UU LLAJ sanksi denda maksimal Rp250 ribu.
5. Mengemudi kendaraan dengan tidak mengenakan sabuk pengaman sebagaimana diatur dalam Pasal 289 UU LLAJ sanksi denda maksimal Rp250 ribu.
6. Melebihi batas kecepatan diatur dalam Pasal 287 ayat 5 UU LLAJ sanksi denda maksimal Rp500 ribu.
7. Berkendara di bawah umur, tidak memiliki SIM sebagaimana diatur dalam Pasal 281 UU LLAJ Sanksi denda maksimal Rp1 juta.
8. Sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang sebagaimana diatur dalam Pasal 292 UU LLAJ Sanksi denda maksimal Rp250 ribu.
9. Kendaraan bermotor roda 4 atau lebih yang tidak memenuhi persyaratan layak jalan sebagaimana diatur dalam Pasal 286 UU LLAJ sanksi denda maksimal Rp500 ribu.
10. Kendaraan bermotor roda dua dengan perlengkapan yang tidak standar sebagaimana diatur dalam Pasal 285 ayat 1 UU LLAJ Sanksi denda maksimal Rp250 ribu.
11. Kendaraan bermotor roda dua atau empat yang tidak dilengkapi dengan surat tanda nomor kendaraan (STNK) sebagaimana diatur dalam Pasal 288 UU LLAJ Sanksi denda maksimal Rp500 ribu.
12. Pengemudi kendaraan bermotor yang melanggar marka/bahu jalan sebagaimana diatur dalam Pasal 287 UU LLAJ Sanksi denda maksimal Rp1 juta.
13. Kendaraan bermotor yang memasang rotator dan sirine yang tidak sesuai peruntukannya khususnya pelat hitam sebagaimana diatur dalam Pasal 287 ayat 4 sanksi denda maksimal kurungan maksimal 1 (satu) bulan dan atau denda Rp250 ribu. (biz/muz)