24 C
Semarang
Selasa, 10 Februari 2026

PO Haryanto Siapkan 200 Armada Prima untuk Mudik Lebaran, Jamin Pelayanan Maksimal

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Menyongsong musim mudik Lebaran tahun ini, Perusahaan Otobus (PO) Haryanto, menyatakan kesiapannya untuk melayani para pemudik. Owner PO Haryanto, H. Haryanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiagakan hampir 200 unit bus, guna memastikan kelancaran arus mudik ke berbagai wilayah.

‘’Ya, insya Allah, hampir 200 unit bus kita siapkan nanti,’’ ujar H. Haryanto saat ditemui di pangkalan pusat PO Haryanto, Selasa (10/2/2026).

Pihaknya memastikan jangkauan trayek yang luas guna mengakomodasi kebutuhan penumpang. Fokus utama meliputi wilayah Madura hingga titik terjauh di Kalianget (Sumenep), serta kota-kota besar di Jawa Timur seperti Malang, Bojonegoro, Madiun, Magetan, hingga Pacitan.

‘’Sementara untuk wilayah Jawa Tengah, layanan mencakup Kudus, Tayu, Jepara, Cepu, hingga Gemolong,’’ jelasnya.

Baca juga:  Honda FESTIPARK Kembali Hadir di Semarang

H. Haryanto menekankan bahwa faktor keselamatan dan kenyamanan menjadi prioritas utama. Seluruh unit dipastikan dalam kondisi prima untuk menempuh perjalanan jarak jauh.

‘’Persiapan armada harus prima. Kita melayani orang yang setahun sekali pulang ketemu keluarga, jadi kendaraan harus siap. Selain itu, kami juga siapkan rumah makan sendiri untuk melayani penumpang dengan baik. Alhamdulillah, saya yakin penumpang puas,’’ tuturnya.

Terkait konfigurasi kursi, PO Haryanto menawarkan berbagai pilihan kelas, mulai dari kelas Super Executive (SE) dengan kapasitas 19 kursi, kelas Sleeper 21 kursi, hingga kelas reguler dengan rata-rata 28-30 kursi per unit.

Haryanto optimis jumlah pemudik tahun ini akan melampaui angka tahun lalu seiring dengan pergerakan ekonomi yang mulai membaik. Terkait ongkos perjalanan, ia menjelaskan akan ada penyesuaian tarif atau “tuslah” selama masa angkutan Lebaran sesuai ketentuan batas atas dan bawah dari pemerintah.

Baca juga:  Almaz Hybrid, Padukan mesin bensin dengan motor listrik melalui sistem hybrid

‘’Kenaikan tarif mungkin ada di kisaran 50 persen. Ini hal yang lumrah setiap tahun karena operasional bus yang tidak seimbang; dari sini (Jakarta) penuh, tapi dari arah Timur kosong. Jadi kenaikan itu sebenarnya untuk menutup biaya operasional atau ganti solar saat bus kembali kosong,’’ jelas Haryanto. (han/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...

Luncurkan All New Vario 125 di Solo,...

Cari Aman Sebelum Cari Pahala

Hyundai Creta Facelift dan Creta N Line...