JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Libur lebaran telah usai, saatnya untuk mengecek kembali Sepatu Karet Motor untuk memastikan kondisinya tetap prima. Bayangkan Si Sepatu Karet Motor ini telah menjadi teman setiamu dan menemani perjalanan mudik panjang dengan tugasnya yang berat seperti menahan beban seluruh tubuh motor, menempel erat di aspal supaya Anda tidak terpeleset, dan harus berputar ribuan kali sepanjang perjalanan berlangsung.
Fachrul Reza, Instuktur Training Astra Motor Jateng mengungkap, perumpamaan Si Sepatu Karet ini adalah Ban Motormu. Ban Motor biasanya memberikan kode – kode kecil ketika sedang butuh diperhatikan, namun bikers kerapkali mengabaikannya dan hal ini bisa berbahaya karena mobilitas sehari – hari bisa terganggu ketika kita bekerja.
Berikut tanda – tanda yang harus perhatikan yaitu :
– Jangan Biarkan Ban “Sesak Napas”
Menjaga tekanan angin ban merupakan aspek penting dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan berkendara. Tekanan angin yang kurang dapat menyebabkan ban kehilangan kekuatan struktur, sehingga lebih mudah mengalami kerusakan seperti retak atau pecah. Sebaliknya, tekanan angin yang berlebihan membuat ban menjadi terlalu kaku dan mengurangi daya cengkeram terhadap permukaan jalan, sehingga meningkatkan risiko tergelincir. Oleh karena itu, penting melakukan pemeriksaan tekanan angin ban secara rutin, setidaknya sekali dalam seminggu, dan menyesuaikan sesuai standar apabila kondisi ban dirasa kurang optimal.
– Singkirkan “Duri dalam Daging”
Keberadaan benda asing seperti kerikil atau bahkan paku yang terselip di sela – sela motif ban perlu mendapat perhatian serius karena dapat membahayakan kondisi ban. Jika dibiarkan, benda tersebut berpotensi masuk lebih dalam akibat tekanan saat kendaraan digunakan, sehingga dapat merusak lapisan dalam ban dan meningkatkan risiko kebocoran. Untuk mencegah hal tersebut, saat mencuci kendaraan pastikan untuk membersihkan benda asing yang menempel pada sela ban menggunakan alat sederhana agar kinerja dan keamanan ban tetap terjaga.
– Perhatikan “Garis Nasib” (TWI)
Masyarakat diimbau untuk memperhatikan indikator keausan ban (TWI) sebagai batas aman penggunaan. Jika permukaan ban telah sejajar dengan indikator tersebut, ban dinyatakan aus dan berisiko menurunkan daya cengkeram, terutama di jalan basah. Oleh karena itu, penggantian ban secara tepat waktu penting dilakukan guna menjaga keselamatan berkendara.
– Jangan Kasih Beban Terlalu Berat
Ban memiliki batas kapasitas beban yang harus dipatuhi demi menjaga keamanan berkendara. Muatan yang melebihi batas dapat menyebabkan kerusakan permanen pada struktur ban, seperti benjolan yang tidak dapat kembali ke kondisi semula. Oleh karena itu, ada baiknya tidak memaksakan kendaraan membawa beban berlebih dan selalu menyesuaikan muatan dengan kapasitas yang dianjurkan.
“Setelah melakukan perjalanan jauh, pengecekan kondisi motor, terutama ban, sangat penting untuk menjaga performa dan keselamatan berkendara. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mudah di AHASS terdekat agar semua komponen tetap optimal dan dijamin orisinalitasnya,” ucap Reza.(aln)














