Panwas Ajak Santri Tolak Sodaqoh Politik

Para santri diajak untuk berdemokrasi secara bersih dengan menghindari politik uang atau sedekah politik. FOTO : ADHI PRAMANTO/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, DEMAK –  Maraknya sedekah politik menjelang Pilkada seharusnya sudah diwaspadai sejak dini. Sebab inilah yang menyebabkan rusaknya sistem perpolitikan di Indonesia yang juga salah satu benih timbulnya korupsi di segala di bidang.

Untuk itulah, Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Demak,  dengan tegas  mengajak semua orang untuk menolak dan melaporkan praktik kotor tersebut. demikian diungkapkan Ketua Panwaslu Demak Khairul Saleh saat melakukan sosialisasi di depan kalangan pondok pesantren dan santri agar menolak praktik politik uang dalam gelaran Pemilihan Gubernur (Pilgub)  Jateng tahun 2018 maupun Pemilu Legislatif ( Pileg).

Kegiatan ini sendiri diikuti 70 santri dari sejumlah pondok pesantren yang tersebar di 14 kecamatan.

“Pondok pesantren di Demak sangat banyak, santrinya juga ribuan walau sebagai pemilih partisipatif, namun nantinya mereka akan bertindak sebagai garda terdepan menolak segala bentuk politik uang atau sodaqoh politik, ”  tegas Khoirul.

Dalam sejarah perjuangan Indonesia saat masa  colonial, pesantren dan santri memiliki andil dan pengaruh besar bagi merdekanya Negara ini. Sehingga secara tidak langsung mereka juga memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia,  terutama dalam hal pendidikan, sosial  budaya,  ekonomi dan juga politik.

“Para kiai dan santri kita gandeng untuk bersama sama memerangi sedekah politik, sehingga akan menciptakan iklim demokrasi yang sejuk karena tokoh yang terpilih benar-benar memiliki nilai demokrasi yang memang layak,” jelasnya. (adi/muz)