Panwas Gandeng Pelajar Lawan Politik Uang

Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Pekalongan.

JATENGPOS.CO.ID, PEKALONGAN – Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menggandeng pelajar untuk mendeklarasikan gerakan antipolitik uang pada pelaksanaan pemilu dan Pemilihan Gubernur 2018.

Ketua Panwas Kabupaten Pekalongan, Ahmad Dzul Fahmi di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa keterlibatan para pelajar dalam menolak antipoltik uang tersebut merupakan wujud menciptakan pemilihan kepala daerah yang kondusif dan demokratis.

“Kami berkeinginan adanya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu, terutama pada generasi muda sebagai pemilih pemula. Kami sengaja merangkul para pelajar untuk memberikan hak suaranya sekaligus melakukan pengawasn pemilu,” katanya.

Ia mengatakan praktik politik uang masih menjadi salah satu noda demokrasi atau ancaman pada kegiatan pemilihan umum sehingga perlu adanya keteribatan masyarakat dalam melakukan pengawasan.

“Oleh karena, kami akan melibatkan para pelajar pada pengawasan pemilu sebagai upaya memperbaiki mental masyarakat untuk siap menolak politik uang pada setiap pelaksanaan pesta demokrasi itu,” katanya.

Menurut dia, panwas telah memberikan pembekalan materi pengawasan pada para pelajar yang nantinya terlibat dalam gerakan antipolitik uang tersebut.

“Tugas para pelajar adalah sebagai relawan pengawas pemilu. Kami berharap mereka dapat ikut menyebarluaskan pemahaman pada masyarakat tentang proses pemilu,” katanya.

Pelajar Emila Khofifah mengatakan kegiatan deklarasi antipoltik uang akan bermanfaat bagi para pelajar terhadap proses pemilu mana yang baik dan benar.

“Jujur saja, kegiatan itu banyak sekali manfaatnya bagi pelajar, termasuk dalam mengikuti pengawasan pemilu agar bisa berjalan kondusif dan demokratis,” katanya.(ant/udi)