Pasien Covid RSUD Boyolali Tinggal Satu Orang

3
KOSONG : Bangsal di RSUD Pandan Arang, Boyolali yang sebelumnya digunakan untuk isolasi pasien COVID-19, kini difungsikan lagi untuk pasien umum. Foto : aji jarmaji/jateng pos

JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – Angka paparan virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Boyolali terus menurun. Tingkat keterisian tempat tidur pasien COVID-19 di RSUD Pandan Arang, Boyolali pun kini hanya satu pasien saja.

Direktur RSUD Pandan Arang, Boyolali, FX Kristandyoko, mengatakan bangsal isolasi pasien COVID-19 di RSUD Pandan Arang, yakni di bangsal Brotowali 1 saat ini kosong. Satu pasien Corona dirawat di ruang ICU.

“Untuk jumlah pasien COVID-19 di RSUD Pandan Arang Boyolali saat ini hanya satu pasien dan satu itu dirawat di ruang ICU,” kata FX Kristandyoko, Selasa (12/10/2021) kemarin.

Sejak bulan Agustus 2021 lalu, pasien jumlah COVID-19 sudah semakin menurun. Rendahnya Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit milik Pemkab Boyolali ini sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir. Sehingga RSUD Pandan Arang, melakukan peralihan lagi. Bangsal-bangsal yang semula digunakan untuk isolasi pasien COVID-19, kini sudah dikembalikan lagi untuk perawatan pasien umum.

“Memang kita ada perubahan-perubahan, peralihan dari tempat tidur COVID menjadi tempat tidur umum kembali. Seperti kemarin yang di bangsal Mpu Kanwa itu dengan jumlah 35 tempat tidur, sekarang dipakai untuk bangsal umum,” terang Kristandyoko.

Peralihan bangsal Mpu Kanwa menjadi bangsal pasien umum dilakukan sejak Senin (11/10/2021). Saat ini di sudah ada 6 pasien umum atau non COVID-19 yang dirawat disana. Selain bangsal Mpu Kanwa, di Paviliun yang semula seluruhnya juga dipakai untuk isolasi pasien COVID, kini juga telah kembali menjadi bangsal pasien umum.

“Brotowali 1 saat ini masih tetap stay dulu ya, jadi kita tetap ada kesiap-siagaan dari rumah sakit, seandanya, mudah-mudahan tidak ada pasien-pasien COVID-19. Di Brotowali 1 masih tetap kita siapkan untuk pasien COVID-19. Kapasitasnya tetap 18 tempat tidur,” ujarnya.

Selain itu Brotowali 2, yang menempati Rusunawa di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo atau Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), juga masih tetap disiapsiagakan.

“Jadi memang kita ada perubahan kebijakan, tapi kita kesiapsiagaan rumah sakit menghadapi COVID itu tetap ada. Termasuk kami ada untuk manajemen risiko di rumah sakit, khususnya di COVID ini,” imbuhnya.

Bangsal yang dialihfungsikan dari bangsal COVID menjadi bangsal umum, lanjut Kristandyoko, juga ada perubahan jumlah tempat tidur dalam satu ruang. Hal ini untuk memberikan kenyamanan pasien dan juga upaya preventif terhadap kemungkinan paparan virus Corona.

“Tapi kami sudah ada skrining di IGD bahwa itu pasien COVID atau bukan,” imbuh dia.

Kabid Pelayanan Keperawatan dan Pelayanan Kebidanan RSPA, Darmawan, menambahkan sebelum pengalihan bangsal COVID-19 untuk umum ini sudah dipersiapkan matang. Sterilisasi ruangan telah dilakukan dengan pengosongan ruangan selama lima hari. Dilanjutkan dengan penyemprotan disinfektan berulangkali.

“Kami siapkan termasuk sterilisasi ruangan, nemastikan semua aman. Kami juga mengganti semua gorden, tempat tidur dan fasilitas ruangan lainnya. Sudah dipastikan aman dari paparan,” tandasnya. (aji/rit)