Pasien KIS Sragen Ditolak Berobat di RS, Kaget Disebut sudah Tidak Aktif

Suwarni pasien miskin pemegang KIS yang tak bisa berobat di RSUD Sragen. FOTO : ARI SUSANTO/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Seorang pasien miskin pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS)  Suwarni (64), warga Brakbunder RT 10 Desa Katelan,Tangen, ditolak berobat di RSUD Soehadi Prijonagoro, Sragen. Parahnya, karena tak bisa berobat membuat pasien penyakit jantung, sakit yang dideritanya kambuh, Minggu (3/12).
Penolakan itu berawal, pasien pemegang KIS ini, Sabtu (2/12) sekitar pukul 07.15 hingga pukul 13.15 siang, bermaksud antri berobat di poli  jantung RSUD dr.Soehadi Prijonegoro.
Namun, setelah antri sekitar 5 jam, pasien KIS ini tidak dilayani. Lantaran pihak RSUD Sragen menilai karena kartu sehat KIS dianggap  tidak aktif. Penolakan itu membuat Suwarni kaget dan bingung. Apalagi dari RSUD Sragen tidak ada penjelasan soal tidak aktifnya kartu KIS tersebut. Di sisi lain, ingin berobat tanpa KIS, pasien miskin ini tak membawa uang.
Sehingga, Suwarni dengan menahan rasa sakitnya pulang dengan perasaan kecewa.
Diungkapkan Suwarni, pasien miskin penderita jantung ini,  satu  tahun yang lalu kartu KIS  sudah dipakai untuk berobat di RSUD Sragen, berjalan lancar.
“Namun saat untuk berobat kemarin,  petugas RSUD Sragen mengatakab kartu KIS  dinyatakan sudah tidak aktif  dan sudah tidak berlaku membuat saya kaget dan bingung. Karena obat sudah habis, sedang mau kontrol tak punya uang,” terang Suwarni.
Formas yang mendapat aduan menegaskan, akan  melakukan klarifikasi ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen, untuk  mempertanyakan KIS tersebut.
“Mestinya KIS bisa digunakan warga miskin tidak ada batasnya , tapi kenapa KIS milik Suwarni tiba-tiba tidak aktif, bahkan baru diterima satu tahun yang lalu, ” ucap Wahono ketua Formas Sragen utara ini.
Dikatakan Wahono, pihaknya akan minta bantuan pihak Dinkes Sragen, dikuatirlam kejadian ini tidak hanya menimpa Suwarni saja.
Sementara Kepala Dinkes Sragen dr. Hargiyanto menjelaskan,  jenis kartu KIS ada dua kriteria yang memang atas layanan dari pemerintah dan mandiri. Untuk KIS pemerintah ini selalu aktif. Namun bila KIS Mandiri, pasien harus membayar setiap bulannya. Sehingga bila ada tunggakan, KIS Mandiri bisa habis masa berlaku alias tidak aktif.
“Nah KIS milik pasien Suwarni apakah mandiri atau bukan, segera kami tindak lanjuti. Namun kalo memang KIS mandiri bisa diaktifkan kembali dengan membayar angsuran,” papar Hargiyanto.
Menurut Hargiyanto, meski KIS mandiri tidak aktif pasien bisa tetap bisa berobat, namun harus membuat pernyataan sanggup untuk membayar iuran selepas berobat. (ars/saf)