Beranda Jateng Banyumas Pasien Sembuh COVID-19 di Purbalingga 5.128 Orang

Pasien Sembuh COVID-19 di Purbalingga 5.128 Orang

6
Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono (ANTARA/HO - Humas Purbalingga)

JATENGPOS.CO.ID, PURBALINGGA – Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menginformasikan jumlah pasien terkonfirmasi COVID-19 di wilayah setempat yang telah dinyatakan sembuh hingga 3 Mei 2021 mencapai 5.128 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono di Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (3/5) menjelaskan menurut data terbaru jumlah total kasus terkonfirmasi COVID-19 di wilayah itu sebanyak 5.501 dan 5.128 di antaranya telah dinyatakan sembuh, 243 meninggal dunia, 105 orang melakukan isolasi mandiri dan 25 orang lainnya masih dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.

Terkait dengan data tersebut, dia mengingatkan bahwa hingga saat ini pandemi COVID-19 masih berlangsung sehingga masyarakat masih harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Masyarakat masih harus menerapkan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas,” katanya.

Dia menambahkan pihaknya juga masih akan terus melakukan pendataan secara berkala guna mendapat gambaran mengenai perkembangan penanganan COVID-19 di wilayah itu.

“Perkembangan terkini kasus COVID-19 di wilayah Purbalingga terus kami perbarui secara berkala dan kami informasikan kepada masyarakat,” katanya.

Dia juga mengatakan pihaknya masih akan terus menggencarkan sejumlah upaya untuk mempercepat penanganan COVID-19, termasuk program vaksinasi.

“Upaya penanganan COVID-19 terus dilakukan sambil menjalankan program vaksinasi yang berlangsung dengan lancar hingga saat ini,” katanya.

Berbagai upaya tersebut, kata dia, makin digencarkan selama Bulan Ramadhan 2021.

Sementara itu, pihaknya juga kembali mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat program Jogo Tonggo selama Bulan Ramadhan melalui upaya saling menjaga tetangga secara bersama-sama guna mencegah penyebaran COVID-19.

“Program Jogo Tonggo perlu diperkuat karena masyarakat termasuk garda terdepan dalam percepatan penanganan COVID-19,” katanya.

Dia mencontohkan, melalui program tersebut warga bisa saling menjaga kekompakan saat ada pemudik yang baru datang dari luar kota.

“Misalkan ada tetangga baru bepergian dari luar kota atau pendatang yang baru masuk ke Purbalingga, maka warga harus bersama-sama memberikan edukasi terkait protokol kesehatan agar yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri atau melakukan tes pemeriksaan COVID-19,” katanya.

Dia mengatakan upaya penanganan COVID-19 akan makin optimal bila ada peran aktif dari seluruh masyarakat. (fid/ant)