31 C
Semarang
Senin, 16 Maret 2026

Cegah Kerumunan, Enam Pasar Tiban di Kudus Ditutup hingga 7 Juni 2021


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terpaksa menutup enam pasar tiban atau pasar dadakan di daerah setempat untuk mencegah penyebaran COVID-19 karena lokasinya yang tidak representatif berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Penutupan dimulai hari ini (28/5) hingga 7 Juni 2021 dan dapat diperpanjang sesuai hasil evaluasi Tim Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kudus. Kebijakan tersebut juga sudah diinformasikan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti di Kudus, Jumat.

Mayoritas pasar tiban tersebut, kata dia, berada di dekat gudang maupun pabrik rokok yang memang menjaring konsumen dari para pekerja pabrik sehingga berpotensi menimbulkan kerumunan dan rawan terjadi penyebaran virus corona.

Keenam pasar tiban tersebut, adalah Megawon, Karangbener, Gribig, Karangampel, Sidorekso, dan Pengkol.

Baca juga:  Bea Cukai Kudus Himpun Penerimaan Negara Rp38,642 Triliun

Ia juga sudah berkoordinasi dengan pihak pabrik untuk ikut menyosialisasikan agar pekerjanya tidak berbelanja di pedagang pasar tiban, di antaranya dengan perusahaan rokok Djarum, Nojorono, Sukun dan Pamor.

Meskipun mayoritas sudah ditutup, petugas dari Dinas Pasar tetap melakukan pemantauan karena ada pedagang yang masih nekad berjualan sehingga perlu diberikan ketegasan. Pelanggaran atas pembatasan kegiatan tersebut akan mendapatkan teguran keras dan sanksi dari Satgas Percepatan Penanganan COVID-19.

Satpol PP juga akan melakukan pengawasan di enam pasar tiban tersebut, guna memastikan tidak ada aktivitas pedagang demi menekan angka kasus COVID-19 di Kudus yang sedang melonjak.

Terkait dengan pasar tradisional, pihaknya masih melakukan pemantauan apakah dampak lonjakan kasus COVID-19 di Kudus mengakibatkan perekonomian masyarakat terganggu atau tidak.

Baca juga:  Tekan Fluktuasi Harga Kepokmas dengan Gerakan Pangan Murah

“Kami juga menyiapkan langkah strategis membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan menyiapkan lokasi jualan yang tidak membuat kerumunan dengan mencari tepi jalan perkampungan yang lebar dan tidak berpotensi menimbulkan kemacetan,” ujarnya. (fid/ant)



TERKINI


Rekomendasi

...