29 C
Semarang
Jumat, 2 Januari 2026

Sam’ani Sebut Burung Hantu Efektif Basmi Hama Tikus

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyebut burung hantu salah satu alternatif yang cukup efektif, untuk membasmi hama tikus di area pertanian. Predator alami itu pun bisa diandalkan untuk mengamankan musim tanam padi. Dibandingkan menggunakan aliran listrik yang bisa membahayakan manusia.

Untuk itu, pihaknya mengimbau agar petani di Kabupaten Kudus agar tidak lagi memasang jaringan listrik diarea persawahan untuk jebakan tikus. Kalaupun merasa sulit menggunakan burung hantu, bisa menggunakan obat-obatan maupun kegiatan gropyokan tikus bekerja sama dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan.

‘’Di Undaan, pakai burung hantu itu lebih efektif. Dalam semalam, burung hantu bisa makan 2-3 ekor tikus,’’ ungkap Sam’ani.

Sambungnya, dalam rangka menekan angka korban kesetrum di area persawakan, pihaknya pun menginstruksikan Dinas Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus agar menerbitkan Surat Edaran (SE) resmi tentang larangan penggunakan jaringan listrik di area persawahan untuk jebakan hama tikus.

Baca juga:  Banyak Pelanggaran, Pemkab Kudus Didesak Cabut Perda Minimarket

Kebijakan tersebut, menyusul setelah adanya dua warga di wilayah Kecamatan Kaliwungu, Kudus, dilaporkan meninggal dunia akibat kesetrum jebakan listrik di sawah dalam waktu kurang dari seminggu. Tepatnya pada Senin 8 September dan Jumat, 12 September 2025.

‘’Penggunaan listrik untuk jebakan tikus dilarang. Ini berlaku untuk semua wilayah di Kabupaten Kudus,’’ tegasnya, baru-baru ini.

Sambungnya, penggunaan listrik sebagai jebakan hama tikus di sawah sangat membahayakan. Terutama bagi orang yang tidak menyadari adanya aliran listrik. Untuk itu, pihaknya pun menginstruksikan kepada camat agar membuat SE soal larangan penggunakan jaringan listrik untuk jebakan tikus.

‘’Kami minta kepada semua Camat bekerja sama dengan Kapolsek dan Danramil masing-masing, untuk mengimbau semua petani agar tidak memakai jebakan listrik. Ini berlaku untuk seluruh wilayah Kabupaten Kudus,’’ tegasnya lagi.

Baca juga:  Ribuan Hasil Riset dan Karya Inovasi Dipamerkan pada Ajang PPI Jateng 2025

Diberitakan sebelumnya, seorang warga Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Eka Dimas Riyadi (18), dinyatakan meninggal dunia setelah kesetrum listrik untuk jebakan tikus, di area persawahan desa setempat, Jumat (12/9) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.

Camat Kaliwungu, Satria Agus Himawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya seorang warga Desa Gamong, yang meninggal akibat kesetrum listrik untuk jebakan tikus tersebut.

‘’Korban merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Kudus,’’ ungkap Satria, Jumat (12/9) pagi.

Nasib serupa juga dialami seorang warga Desa Blimbing Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Ngaripah (68), yang juga meninggal akibat kesetrum jaringan Listrik untuk jebakan tikus di area persawahan blok Si Sumur, turut Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Senin (8/9). (han/rit)


TERKINI

Welfare State ala Jawa Tengah 

Rekomendasi

...