29 C
Semarang
Jumat, 30 Januari 2026

Forkopimda Kudus Panen Jagung Kuartal III

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kudus melaksanakan panen raya jagung serentak kuartal III, di area pertanian turut Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus, Sabtu (27/9/2025). Kegiatan tersebut dalam rangka mendukung swasembada pangan tahun 2025.

Panen raya yang terhubung secara Zoom Meeting dengan pusat panen raya nasional di OKU, Sumatera Selatan itu, dihadiri Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, Ketua DPRD Kudus Masan, perwakilan Kodim 0722/Kudus, PN Kudus, sejumlah kepala dinas, serta warga setempat.

Melalui zoom meeting, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam arahannya, menegaskan pentingnya program ketahanan pangan, yang digerakkan Polri bersama pemerintah daerah.

‘’Polri tidak hanya menjaga kamtibmas, tapi juga hadir mendukung kesejahteraan rakyat melalui program pangan. Panen raya serentak ini, membuktikan sinergi pemerintah dan masyarakat berjalan baik,’’ ujar Listyo.

Baca juga:  Himatika UMK Latih Digital Marketing Pemuda Padurenan

Sementara, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, panen raya ini jadi bukti nyata Kabupaten Kudus siap mendukung swasembada pangan. Saat ini, terdapat sekitar 11 hektar dari 150 hektar lahan jagung di Kudus berhasil dipanen. Kemudian masih ada sekitar 18 hektar lahan jagung yang akan dipanen dalam waktu dekat.

“Terima kasih kepada Polres Kudus yang terus mendorong gerakan menanam jagung. Semoga Kabupaten Kudus bisa semakin mandiri pangan, bahkan surplus beras dan jagung,” ujarnya.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo menambahkan, panen raya jagung bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya nyata mendukung kedaulatan pangan di daerah. Menyusul jagung punya nilai strategis, bukan hanya untuk ketahanan pangan masyarakat, tapi juga sebagai bahan baku pakan ternak yang akhirnya berdampak pada ketersediaan telur dan daging ayam.

Baca juga:  Cetak Generasi Emas 2045, Pemkab Kudus Mulai Terapkan Program CKG Sekolah

‘’Jadi dari jagung, kita bisa bicara tentang rantai pangan yang utuh,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Heru juga menegaskan, Polres Kudus tidak hanya fokus pada sisi keamanan, tapi ikut hadir membantu masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menjual beras SPHP 5 kilogram seharga Rp50 ribu.

‘’Harapannya, GPM ini bisa meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di Kudus,’’ tandasnya.

Pihaknya juga menekankan, kolaborasi semua pihak adalah kunci sukses. Petani sudah luar biasa bekerja di lapangan, pemerintah daerah hadir memberi dukungan, dan Polri siap mengawal.

‘’Dengan sinergi ini, saya optimis Kudus bisa menjadi daerah yang kuat dalam mendukung swasembada pangan nasional,” tutup Heru. (han/rit)



TERKINI

Drama Sensasional di Lisbon

Kiper Ketiga Termahal di Dunia

Ikut Panik Kiper Benfica Maju Menyerang

Kenan Yildiz Diincar Liverpool

Rekomendasi

...