29 C
Semarang
Jumat, 30 Januari 2026

Bupati Pati Sudewo: Saya Dihujat Habis-habisan pun Diam 

JATENGPOS. CO. ID, PATI – Bupati Pati Sudewo mengaku tidak ada dendam kepada masyarakat yang mendemonya selama ini. Dihujat habis-habisan juga diam saja. Bahkan dia tetap menjaga kebebasan dan demokrasi selama demo besar-besaran berlangsung.

“Terbukti, itu Mas Teguh mas Botok menyerang saya kan luar biasa menyerangnya. Menghujat dengan kata-kata binatang segala macam itu. Itu ya diluar kemanusiaan. Tapi apakah saya pernah menanggapi. Tidak pernah saya menyerang balik,” jelasnya, saat podcast dengan JatengPosTV, 3 Desember 2025.

Dalam hujatan berbulan-bulan selama demo pelengseran berlangsung, Sudewo mengaku hanya diam. Dia malah mendoakan supaya dua pentolan Demo Botok dan Teguh diberi hidayah oleh Allh SWT berubah menjadi baik.

“Jadi saya di serang oleh mas Botok mas Teguh sedemikian rupa, sampai menjadi tontonan oleh masyarakat Indonesia, saya tidak pernah menyerang balik,” ucapnya.

Baca juga:  Seorang Kades di Kudus Tersangka Korupsi

Apa lagi masyarakat di sosial media. Menurut Sudewo menghujatnya sudah kelewat batas. Kalau ada warga yang membela dirinya langsung diserang rame-rame.

“Tapi ya alhamdulilah masyarakat semakin dewasa, bisa melihat secara obyektif. Saat ini masyarakat Pati sudah bisa menerima saya. Jadi kalau kemarin itu ada hujatan kepada saya di sosmed, sebetulnya banyak bukan orang Pati.”

Menurut Sudewo, justeru orang Pati asli banyak yang pro dirinya. Itu terbukti, disaat kondisi demo besar, pihaknya mengadakan survey oleh lembaga independen. Hasilnya 60 persen masyarakat Pati masih menyukainya.

“Dan PKS, Partai Keadilan Sejahtera Jateng, juga melakukan survey. Hasilnya untuk saya juga tinggi. Nah, pasca paripurna saya menyakini tren kesukaan masyarakat kepada sya semakin meningkat. Artinya kepercayaan masyarakat semakin kuat,” imbuhnya.

Baca juga:  Kemenkes Periksa 75 Sampel Genome Pasien Covid-19 di Kudus

Dia mengakui, kalau selama ini dihujat diam, itupun juga dalam rangka instropeksi. Apapun yang terjadi harus menjadi pembelajaran bagi dirinya.

“Sampai ada dinamika sebesar itu, memang ya tidak sepenuhnya saya salah seperti hujatan mereka. Tetapi juga tidak sepenuhnya saya ini benar. Jadi harus menjadi koreksi dan pembelajaran bagi saya, untuk bisa lebih hati-hati dan bijak dalam melayani masyarakat,”ucapnya.

Asal tahu, bupati Pati Sudewo didemo dan didesak mundur masyarakat karena menaikan PBB 250 persen. Sudewo juga dianggap menantang para pendemo. Sampai akhirnya DPRD setempat membentuk panitia hak angket untuk menyelidiki bupati. Hasilnya? DPRD tidak menemukan kesalahan sehingga tidak jadi melengserkan bupati. (jan)



TERKINI

Drama Sensasional di Lisbon

Kiper Ketiga Termahal di Dunia

Ikut Panik Kiper Benfica Maju Menyerang

Kenan Yildiz Diincar Liverpool

Rekomendasi

...

Kudus Kekurangan 976 Guru PNS

Lima Pelaku Balap Liar Dibekuk Polisi

Sam’ani Gagas Hutan Kota Tanggulangin

Sam’ani Sebut Burung Hantu Efektif Basmi Hama...