27 C
Semarang
Senin, 23 Februari 2026

Kader PKK Kudus Dibekali Pelatihan NaPOS

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kudus, menggelar Pelatihan Tenaga Pendamping Orang Sakit (NaPOS) angkatan kelima. Kegiatan tersebut untuk mencetak tenaga terampil yang siap bekerja sebagai pendamping orang sakit.

Diketahui, pelatihan akan dilaksanakan selama satu bulan, terhitung mulai Senin, 5 Januari 2026 hingga akhir bulan ini. Selama mengikuti pelatihan, peserta akan dibekali materi teori serta praktik langsung di lapangan, guna memastikan kompetensi mereka memenuhi standar perawatan kesehatan rumah tangga.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Pujianto, menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan ini dirancang secara komprehensif,’’Kami berharap dapat mencetak tenaga siap kerja yang mampu melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, pemberian asupan makanan/obat (termasuk melalui sonde), perawatan luka sederhana, hingga mobilisasi pasien dengan benar dan etis,’’ ujarnya.

Baca juga:  Jalan Pati-Sukolilo Rusak, Warga Blaru Turun Tangan

Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, menyambut baik terealisasinya program ini. Ia mengungkapkan bahwa program NaPOS sebenarnya telah direncanakan sejak tahun 2025, namun baru dapat diwujudkan di awal tahun 2026 karena tantangan dalam seleksi peserta.

‘’Pelatihan NaPOS ini adalah salah satu program unggulan PKK Kudus untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Peserta yang hadir merupakan perwakilan kader PKK dari sembilan kecamatan di Kudus. Setelah lulus, tenaga mereka akan langsung disalurkan, sehingga menjadi sumber penghasilan baru bagi keluarga,’’ tutur Endhah.

Antusiasme terlihat dari para peserta, salah satunya Nadia Paramita Tunggadewi. Mahasiswa semester 4 asal Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, ini juga kader posyandu. Alasan mengikuti pelatihan untuk menambah wawasan.

Baca juga:  Ini Dia Ketua PWI Kudus yang Baru

‘’Saya ingin memiliki keahlian nyata agar bisa membantu orang sakit dengan cara yang benar,’’ katanya.

Hal senada disampaikan oleh Palupi, peserta asal Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kudus. Dia mengaku sebelumnya memiliki pengalaman merawat orang tua yang terkena stroke. Dia pun merasa pelatihan ini adalah peluang emas.

‘’Daripada di rumah saja, lebih baik menambah pengalaman kerja. Saya senang ada pelatihan gratis yang langsung disalurkan kerja seperti ini,’’ ungkapnya.

Sekedar diketahui, para lulusan pelatihan NaPOS ini dijadwalkan siap diterjunkan ke masyarakat pada bulan Februari 2026. Program ini diharapkan menjadi solusi bagi keluarga yang membutuhkan bantuan tenaga profesional untuk merawat anggota keluarga pasca-rawat inap di rumah. (han/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...