27 C
Semarang
Senin, 23 Februari 2026

Laku Banyu Penguripan Tandai Dimulainya Ta’sis Menara Kudus ke-491

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris secara resmi melepas peserta prosesi Laku Banyu Penguripan, Sabtu (3/1) malam di halaman Pendapa Kabupaten Kudus. Kegiatan tersebut menjadi bagian utama dari rangkaian peringatan Ta’sis ke-491 Masjid Al-Aqsha Menara Kudus.

Dalam sambutannya, Sam’ani menyampaikan rasa syukur atas cuaca yang mendukung pelaksanaan acara tersebut,’’Tadi Maghrib sempat gerimis, alhamdulillah sekarang sudah reda. Ini menjadi tanda bahwa kegiatan ini diridai oleh Allah SWT,’’ tuturnya di hadapan para peserta.

Sam’ani menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar ritual budaya dan religi tahunan, melainkan memiliki nilai strategis bagi identitas daerah. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat posisi Kudus sebagai pusat destinasi wisata religi dan budaya di Jawa Tengah.

Baca juga:  Kafilah MTQH Kudus Ditarget Pertahankan Juara Umum

‘’Pemkab Kudus sangat mengapresiasi dan terus mendukung penuh kegiatan ini. Ini sudah pelaksanaan yang kelima kalinya, harus terus kita uri-uri (lestarikan) bersama,’’ tegas Sam’ani.

Sementara Ketua Panitia Ta’sis ke-491 Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Abdul Jalil, menjelaskan bahwa pemilihan nama “Laku” memiliki makna mendalam yang membedakannya dengan kirab pada umumnya. Menurutnya, prosesi ini adalah upaya menghayati kembali perjalanan spiritual Sunan Kudus beserta para santrinya.

‘’Pilihan kata ‘laku’ menggantikan ‘kirab’ menunjukkan bahwa lahirnya Kudus didasari oleh laku batin, tirakat, dan kekuatan doa. Kami mencoba memprosesikan kembali situasi 491 tahun yang lalu,’’ jelas Jalil.

Keunikan lain dari prosesi ini terletak pada air yang diarak. Jalil menyebutkan air tersebut berasal dari 554 punden dan belik yang tersebar di seluruh Kabupaten Kudus. Kesucian air tersebut disempurnakan dengan campuran air dari makam Wali Songo, Sultan Fatah, Ibrahim Asmorokondi, serta air Zamzam.

Baca juga:  Henggar Dampingi Kapolda dan Pangdam Kunjungi Wilayah Banjir di Pati

Selain air, penggunaan obor oleh para peserta juga membawa pesan filosofis. Terinspirasi dari kisah Nabi Musa AS yang mendapatkan petunjuk melalui titik api, obor tersebut melambangkan harapan besar bagi masa depan daerah.

‘’Kami berharap dari titik api atau obor yang dibawa peserta ini, muncul cahaya petunjuk untuk Kudus yang lebih baik di masa depan,’’ pungkas Jalil. (mas/han/rit)

 



TERKINI

Rekomendasi

...