27 C
Semarang
Senin, 23 Februari 2026

Nelayan Pati Meninggal di Atas Perahu Saat Pulang Cari Kerang

JATENGPOS.CO.ID, PATI – Peristiwa memilukan terjadi di muara laut Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati.

Seorang pria bernama Wakimun (57), warga Desa Bakalan, dilaporkan meninggal dunia mendadak di atas perahu saat hendak pulang selepas mencari bukur (kerang kecil) pada Minggu siang (4/1/2026).

Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, mengonfirmasi kejadian tersebut.

Dia menjelaskan bahwa korban diduga mengalami henti jantung saat sedang beraktivitas.

Peristiwa bermula sekira pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban bersama seorang saksi bernama Roziqin (34) baru saja selesai mencari bukur di laut. Karena kondisi air laut sedang surut, keduanya harus turun dari perahu untuk mendorong kapal menuju muara.

Setelah berhasil mencapai area muara, korban dan saksi kembali naik ke atas perahu untuk menghidupkan mesin.

Baca juga:  Polres Kudus Salurkan 10 Ton Beras dan Paket Sembako

Namun, tak lama setelah mesin menyala, sebuah kejadian tak terduga terjadi.

“Saat berada di atas perahu, korban yang duduk di depan saksi tiba-tiba jatuh tersungkur dengan posisi tengkurap,” ujar Kompol Hendrik Irawan dalam keterangan tertulisnya, Minggu sore.

Melihat kondisi tersebut, saksi segera meminta bantuan kepada nelayan lain yang melintas di sekitar lokasi. Perahu korban kemudian ditarik ke bibir sungai, dan jenazah dievakuasi ke tepi daratan oleh warga setempat sebelum akhirnya dilaporkan ke Sat Polairud Polresta Pati dan Polsek Dukuhseti.

Pihak kepolisian yang tiba di lokasi segera berkoordinasi dengan Puskesmas Dukuhseti untuk melakukan pemeriksaan luar (visum). Dokter Siswanto dari Puskesmas Dukuhseti yang memimpin pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Baca juga:  BUMDes Garda Terdepan Peningkatan Ekonomi Kerakyatan

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan jejak atau lebam akibat benda tumpul/tajam. Adapun penyebab kematian dipastikan karena henti jantung.

Istri korban, Siti Aminah, beserta pihak keluarga besar menyatakan telah menerima kejadian ini dengan ikhlas.

Mereka menganggap peristiwa ini sebagai musibah murni dan tidak menghendaki dilakukan proses autopsi.

“Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan yang isinya menerimakan kematian korban dan tidak menghendaki autopsi agar jenazah bisa segera dimakamkan,” tandas Kompol Hendrik.

Jenazah lantas diserahkan kepada pihak keluarga di Dukuh Nglarang, Desa Bakalan, untuk proses pemakaman. (Ida/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...