25 C
Semarang
Rabu, 28 Januari 2026

Reformasi Pengurus KONI Kudus Menguat

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS -Komisi D DPRD Kudus melaksanakan rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus, di Aula Gedung DPRD Kudus, Senin (5/1). Dalam rapat tersebut pun berjalan alot dan diwarnai kericuhan.

Pantauan di lokasi, rapat tersebut menindaklanjuti viralnya penampilan dance sport dalam acara KONI Award, di Pendapa Kabupaten Kudus beberapa waktu lalu. Suasana sempat memanas akibat perbedaan pendapat yang tajam antara peserta rapat, pengurus cabang olahraga (cabor), dan perwakilan pendemo yang hadir.

Dalam forum tersebut, gelombang protes tidak hanya menyasar konten acara, tetapi meluas hingga tuntutan reformasi total kepengurusan KONI Kudus. Soleh Isman, perwakilan dari Pengkab Voli Pantai sekaligus pembawa aspirasi pendemo, mendesak adanya pencopotan Ketua KONI Kudus.

Baca juga:  Polisi Temukan Luka Akibat Benda Tumpul pada Pelajar di Kudus yang Meninggal Tak Wajar

‘’Perlu ada reformasi kepengurusan. Ini solusi atas berbagai persoalan internal, termasuk lemahnya koordinasi dengan Pengkab cabor dan masalah transparansi penganggaran,’’ tegas Soleh.

Namun desakan reformasi tersebut mendapat penolakan dari Lukman, selaku perwakilan Pengkab Atletik. Ia menilai, tuntutan pencopotan Ketua KONI terlalu berlebihan jika hanya didasari oleh satu kejadian tersebut. Kendati, masyarakat perlu melihat dari sudut pandang profesionalisme olahraga.

‘’Secara agama mungkin tidak pantas. Tapi ini olahraga. Kostum tersebut dirancang untuk kelenturan atlet yang akan berlaga di Pra Porprov,’’ belanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardijanto, memberikan teguran keras terkait pemilihan lokasi acara. Ia menekankan bahwa Pendapa Kabupaten merupakan simbol daerah yang sakral dan harus dijaga etikanya.

‘’Pendapa Kudus itu tempat sakral. Penampilan dance sport tersebut tidak etis dan terlalu vulgar untuk ditampilkan di sana, apalagi Kudus dikenal sebagai Kota Santri,’’ ujar Mardijanto.

Baca juga:  Dukungan Pemerintah Pusat Jadi Asa Baru Kudus lawan Covid-19

Senada, Wakil Ketua Komisi D, Ali Ihsan, mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak membenci cabang olahraga (cabor) Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI).

‘’Kami tidak mempermasalahkan cabornya, tapi tempatnya. Kenapa tidak dilakukan di arena olahraga saja?’’ cetusnya.

Sementara Ketua KONI Kudus, Sulistyanto, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kudus. Ia mengakui adanya kekurangan dalam koordinasi penyelenggaraan acara tersebut.

‘’Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Kudus. Ini menjadi koreksi besar bagi kami, terutama dalam pemilihan lokasi kegiatan dan penyesuaian kostum di masa mendatang agar tetap menjunjung kearifan lokal,’’ pungkas Sulistyanto. (han/rit)

 



TERKINI

Rekomendasi

...