30 C
Semarang
Selasa, 13 Januari 2026

Longsor di Dusun Kambangan Menelan Korban

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Bencana alam berupa tebing longsor di wilayah Dusun Kambangan, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, kembali terjadi, Minggu (11/1) siang. Peristiwa yang terjadi tepat pukul 13.30 WIB tersebut dilaporkan telah menelan satu orang korban jiwa.

Berdasarkan data yang dihimpun, material longsoran tebing menerjang rumah seorang warga RT 5 RW 5 Dusun Kambangan, Nursidi. Nahas, istrinya Sri Yatun (52), tertimbun material bangunan dan tanah, dan dinyatakan meninggal dunia. Camat Gebog, Fariq Mustofa saat dihubungi pun membenarkan kejadian tersebut.

‘’Iya benar, korban sudah dievakuasi. Saat ini saya sedang menuju lokasi kejadian,’’ ungkap Fariq.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Gebog, AKP Siswanto pun membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dijelaskan, peristiwa bermula saat hujan lebat melanda kawasan lereng Gunung Muria sejak siang hari. Kondisi tanah yang labil di wilayah tersebut, tidak mampu menahan resapan air, sehingga menyebabkan tebing di sekitar lokasi longsor dan langsung menghantam sebuah bangunan toko milik warga.

‘’Dari hasil pemeriksaan fisik, korban meninggal dunia murni karena tertimpa benda padat berupa material batu bata dan bebatuan saat bangunan toko runtuh,’’ Siswanto meneruskan penjelasan tim medis di lokasi kejadian.

Baca juga:  Bupati Pati Lakukan Monitoring Normalisasi Sungai

Lanjutnya, proses evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh relawan FPRB Desa Menawan, Pemdes, serta masyarakat sekitar. Jenazah korban kemudian dipindahkan ke rumah duka untuk proses pemakaman.

‘’Atas kejadian ini, kami mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor, terutama di lereng perbukitan Gebog, untuk tetap waspada mengingat curah hujan masih terpantau tinggi dan kondisi tanah yang jenuh air dapat memicu longsor susulan,’’ tandasnya.

Pihaknya menambahkan, selain di Desa Menawan, peristiwa serupa juga terjadi di Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus pada Minggu (11/1) pagi. Longsor dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari.

‘’Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.00 WIB saat warga hendak beraktivitas. Tanah di depan rumah warga tiba-tiba bergerak dan mengalami retakan sebelum akhirnya longsor ke bawah,’’ ungkapnya.

Baca juga:  Penyaluran Bansos Tersendat, Dewan di Pati Geram

Material longsoran itu dari ketinggian kurang lebih 10 meter tersebut sebagian menimpa atap belakang salah satu rumah warga. Sedikitnya tiga rumah warga terdampak akibat kejadian ini.

Mendapat laporan adanya tanah longsor, langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, membantu evakuasi warga, serta membersihkan material longsor bersama relawan dan masyarakat setempat.

“Kami langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan masyarakat, membantu evakuasi, serta mengantisipasi kemungkinan longsor susulan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pemerintah desa, relawan tanggap bencana, dan unsur TNI untuk melakukan penanganan serta pemantauan lanjutan di wilayah rawan longsor.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 30 juta,” ungkap AKP Siswanto.

Setelah dilakukan pembersihan material longsor secara gotong royong, akses jalan yang sempat tertutup kini sudah dapat dilalui kembali oleh warga, meski masyarakat tetap diimbau untuk berhati-hati saat melintas, terutama saat hujan. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...