JATENGPOS.CO.ID, PATI – Kabupaten Pati Siaga 1 bencana setelah diterjang bencana banjir dan tanah longsor yang melanda. Sedikitnya 14 kecamatan di Kabupaten Pati tersebut sudah dikepung banjir.
Bencana itu terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati selama beberapa hari terakhir memicu bencana hidrometeorologi di berbagai titik.
Berdasarkan data terbaru dari Situation Report (Sitrep) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati per Minggu (11/1), tercatat sebanyak 14 kecamatan di Kabupaten Pati terdampak banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, menyampaikan bahwa bencana ini bermula dari cuaca ekstrem yang terjadi sejak Jumat (9/1) malam.
Menurutnya, luapan air terjadi karena Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Pati tidak lagi mampu menampung debit air hujan yang sangat tinggi.
“Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dan cuaca yang sangat ekstrem mengakibatkan DAS tidak mampu menampung debit air dan meluap menggenangi beberapa kecamatan,” ujar Budi.
Data BPBD menunjukkan sebaran wilayah terdampak meliputi Kecamatan Pati (banjir bandang), Wedarijaksa, Margoyoso, Tayu, Dukuhsekti, Margorejo, Tambakromo, Gabus, Winong, Batangan, Juwana, dan Jakenan yang mengalami banjir.
Sementara itu, Kecamatan Tlogowungu dan Pucakwangi dilaporkan mengalami musibah tanah longsor.
Budi memaparkan di beberapa lokasi, dampak cuaca ekstrem tidak hanya berupa genangan air.
Di Kecamatan Dukuhsekti, tepatnya di Desa Dukuhsekti dan Grogolan, terdapat rumah warga yang tersambar petir. Selain itu, pohon tumbang dilaporkan menimpa rumah warga di Desa Alasdowo.
Meskipun dampak kerusakan material masih dalam proses pendataan oleh Tim Kaji Cepat, Budi memastikan hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam rentetan bencana tersebut.
Ia juga menambahkan kondisi genangan banjir bandang di beberapa titik sudah mulai menyusut, namun tim di lapangan tetap waspada karena hujan masih mengguyur wilayah tersebut.
“Sampai laporan ini diterbitkan, tim masih menyisir wilayah terdampak. Banjir bandang sudah mulai menyusut tapi cuaca masih hujan,” tutur Budi.
Dalam upaya penanganan, BPBD Pati mendapatkan dukungan personel BKO (Bawah Kendali Operasi) dari TRC BPBD Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora.
Selain melakukan asesmen, petugas juga telah mendirikan dapur umum di dua lokasi, yakni di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, dan di Kantor BPBD Pati.
Fasilitas kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati juga telah dinyatakan dalam status Siaga 1 untuk mengantisipasi keluhan kesehatan warga terdampak.
Saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan di lapangan meliputi alat evakuasi, pembersihan lokasi pascabanjir, serta dukungan alat berat untuk menangani titik-titik tanah longsor.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat prakiraan BMKG menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah Pati.(Ida/rit)



