JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Polres Kudus bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Polres Kudus bergerak cepat merespons bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Mejobo. Pada Rabu (14/1), sebanyak 1.000 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) didistribusikan kepada warga terdampak banjir di Desa Kesambi dan Desa Payaman.
Penyaluran bantuan ini dibagi rata, dua desa tersebut akan mendapat bagian 500 paket makanan sehat. Menu yang disajikan dirancang khusus untuk menjaga stamina warga di tengah bencana, terdiri dari nasi putih, oseng kacang, ayam krispi saus asam manis, serta buah jeruk sebagai pelengkap nutrisi.
Waka Polres Kudus, Kompol Rendi Johan Prasetyo, menjelaskan bahwa penyediaan menu MBG bagi warga terdampak bencana ini merupakan inisiatif langsung dari Kapolres Kudus, AKPB Heru Dwi Purnomo. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian Polri dalam meringankan beban masyarakat yang aktivitasnya terhambat akibat luapan air.
‘’Kami mengunjungi warga terdampak banjir bersama Polwan Polres Kudus, untuk menghibur sekaligus menyerap keluhan serta memenuhi kebutuhan para pengungsi,’’ ujar Rendi disela-sela mendistribusikan makanan sehat di Balai Desa Kesambi.
Ia menambahkan, kehadiran SPPG Polres Kudus adalah bukti nyata dukungan terhadap keterpenuhan gizi masyarakat, terutama bagi mereka yang kehilangan akses untuk mencari nafkah atau memasak akibat banjir.
‘’Terkait dampak mata pencaharian warga, SPPG Polri ingin membantu menyumbangkan konsumsi yang tentu saja bergizi dan sehat,’’ tandasnya.
Setelah menuntaskan distribusi di Desa Kesambi, rombongan melanjutkan pergerakan ke Desa Payaman. Selain membagikan makanan, personel Polres Kudus juga turun tangan membantu evakuasi warga yang masih terjebak di dalam rumah.
Sementara Kepala Desa Kesambi, Mokhamad Masri, mengungkapkan bahwa banjir mulai menggenangi seluruh pemukiman sejak Selasa sore (12/1). Selain curah hujan tinggi, jebolnya pintu jembatan 10 di desa setempat, menjadi pemicu utama masuknya air ke pemukiman.
‘’Ketinggian air (sampai Rabu siang) berkisar antara 30 hingga 40 sentimeter. Ada yang hanya menggenangi akses jalan dan teras, namun ada juga yang sudah masuk ke dalam rumah warga,’’ jelas Masri.
Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 360an warga yang terdampak di Desa Kesambi, dengan wilayah terparah mencakup tiga RW. Hingga saat ini, 24 warga telah mengungsi di Balai Desa Kesambi, sementara sebagian besar lainnya masih memilih bertahan di kediaman masing-masing.
‘’Yang sudah mengungsi di Balai Desa saat ini ada sekitar 24 orang,’’ pungkasnya. (han/rit)



