31 C
Semarang
Senin, 16 Maret 2026

Ketua DPRD Kudus Dorong Pemkab Kudus Cairkan Dana TT


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, Masan, melakukan tinjauan logistik di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Senin (19/1) pagi.

Hasil dari tinjauan tersebut, didapati minimnya ketersediaan logistik, menyusul munculnya keluhan dari para pengungsi yang mengaku kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar.

‘’Seperti minyak kayu putih, salep gatal-gatal, pampers untuk bayi maupun lansia, pembalut dan lainnya di luar kebutuhan dapur umum, ternyata para pengungsi masih kesulitan mendapatkan itu,” kata Mas’an.

Setelah mengecek langsung ke gudang logistik di BPBD Kudus, Masan menyebut bahwa stok logistik yang tersedia saat ini memang tergolong sangat terbatas. Terlebih untuk ukuran penanganan bencana skala kabupaten:

“Kalau dilihat, logistiknya sudah sedikit sekali untuk melayani satu kabupaten yang hari ini terdampak bencana,” ujarnya.

Melihat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, Masan menilai bahwa BPBD Kudus perlu segera mengajukan anggaran tambahan, baik melalui dana tidak terduga (TT) maupun skema lain yang memungkinkan.

Baca juga:  Polres Kudus Kawal Korban Sound Horeg

“Kalau cuaca masih seperti ini, menurut saya BPBD harus segera mengajukan anggaran. Apakah nanti menggunakan dana TT atau mekanisme lain,” tegasnya.

Ia mengakui, bantuan dari perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) selama ini cukup membantu. Namun, menurutnya bantuan tersebut kerap tidak sesuai dengan kebutuhan mendesak para pengungsi.

Di samping itu, posko kesehatan dari puskesmas juga dinilai tidak menyediakan kebutuhan dasar seperti minyak kayu putih atau salep gatal-gatal, dan hanya menyediakan obat racikan maupun resep dokter yang perlu diminum.

Menurut Masan, kondisi tersebut harus menjadi evaluasi bersama ke depan, khususnya dalam pengalokasian anggaran kebencanaan.

“Yang kita hadapi ini orang yang sedang susah, orang yang lapar. Jiwa melayani itu harus benar-benar keluar. Urusan administrasi bisa berjalan beriringan, tapi kebutuhan publik harus diselesaikan terlebih dahulu,” tegasnya.

Baca juga:  Pelajar yang Meninggal di Kudus Diduga Korban Pembunuhan

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kudus Eko Hari Djatmiko menjelaskan bahwa kebutuhan logistik non-makanan seperti salep, minyak kayu putih, minyak angin, pembalut wanita, serta popok bayi dan lansia sebenarnya sudah terpenuhi.

“Kemarin sudah kami drop semua. Ada bantuan dari beberapa perusahaan. Pembalut, popok bayi maupun lansia sudah ada,” jelas Eko.

Ia menyebut, saat ini BPBD masih memiliki sisa logistik yang cukup untuk beberapa hari ke depan, meskipun sebagian bantuan sebelumnya hanya disiapkan untuk kebutuhan tiga hari.

Eko juga menyampaikan bahwa hingga kini BPBD Kudus belum mengajukan penggunaan dana tidak terduga karena masih adanya partisipasi aktif dari masyarakat dan perusahaan.

“Selama kepedulian masyarakat dan perusahaan masih terus mengalir, kami belum menggunakan dana TT. Tapi kalau nanti sudah mentok, tentu akan langsung kami ajukan,” tegasnya. (han/rit)



TERKINI


Rekomendasi

...