27 C
Semarang
Kamis, 22 Januari 2026

Perbaikan Sekolah Terdampak Bencana di Kudus Diusulkan BNPB

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Sebanyak 74 sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu terdampak bencana banjir, longsor hingga angin kencang, akibat cuaca ekstrem sejak Jumat 9 Januari 2026.

Sejumlah sekolah tersebut, terdiri dari empat sekolah dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 65 Sekolah Dasar (SD), dan 5 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Untuk yang mengalami kerusakan terjadi di SD 1 Pladen dan SD 2 Japan.

Kabid Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho membeberkan, perbaikan sekolah yang terdampak bencana ini pun menunggu proses pengusulan bantuan anggaran ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

‘’Saat Kepala BNPB datang ke Kudus saat itu, kan diberikan peluang untuk mengajukan bantuan ke BNPB tapi harus melengkapi DED (Detailed Engineering Design),’’ kata Anggun, Rabu (21/1/2026).

Baca juga:  Ciptakan Pemerataan Pembangunan melalui TMMD Sengkuyung

Lanjutnya, Kepala BNPB, Letnan Jenderal Purnawirawan Suharyanto sendiri turun langsung untuk meninjau kondisi dampak bencana yang terjadi di Kabupaten Kudus, pada Jumat, 16 Januari 2026, dan membuka peluang bantuan kepada pemerintah daerah setempat.

Untuk menindaklanjuti itu, lanjut Anggun, Disdikpora Kudus tengah menyiapkan kelengkapan berkas, termasuk berkoordinasi dengan konsultan untuk menyusun DED yang diperlukan untuk pengusulan bantuan perbaikan bagi sekolah terdampak bencana.

‘’Dari 74 sekolah yang terdampak, nanti kita mintakan konsultan untuk menghitung kerusakan dan menghitung biaya yang dibutuhkan (untuk perbaikan),’’ tambahnya.

Kendati demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk kerusakan fasilitas pendidikan yang mendesak, akan dilakukan perbaikan melalui anggaran perawatan rutin pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.

Baca juga:  Datangi Posko Masyarakat Pati Bersatu, Husain Nyaris Dimassa

Namun, hasil inventarisir Disdikpora Kudus belum menemukan sekolah rusak yang perlu penanganan segera. Seperti di SD 1 Pladen yang dilaporkan mengalami atap ambrol, kondisi tersebut dinilai masih belum urgen untuk penanganan segera.

“Yang sudah masuk anggaran perawatan rutin itu SD 1 Sidomulyo dan SD 4 Bulungcangkring, tapi dua sekolah ini tidak masuk data laporan sekolah yang terdampak banjir. Hanya saja dua sekolah ini atapnya sudah lapuk dan butuh penanganan segera,’’ tandasnya.

Anggun pun menegaskan bahwa proses penyiapan berkas untuk menyondol anggaran dari pemerintah pusat sedang dikebut. Pihaknya meminta agar setiap sekolah tetap waspada, mengingat cuaca ekstrem masih berlangsung di Kabupaten Kudus. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...