JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat hingga Kamis (22/1) sore, mencatat masih sekitar 1.970 hektare sawah yang tersebar di 20 desa di 4 kecamatan masih tergenang banjir. Data tersebut pun telah disetorkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk bantuan puso atau gagal panen.
Kepala Pelaksana BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, menjelaskan bahwa angka-angka dalam infografis kebencanaan bersifat dinamis dan diperbarui setiap hari, sesuai kondisi lapangan. Mulai dari kondisi genangan, jumlah pengungsi, kerusakan infrastruktur hingga sawah yang terendam.
āāInfografis itu harian. Pengungsi bisa berkurang karena ada yang pulang, tapi total akumulasi dari awal tetap kita catat. Sore ini jam 17.00 WIB, kami akan kembali merilis pemutakhiran data, termasuk penambahan rumah terdampak dan titik-titik longsor yang baru dilaporkan warga,āā ujar Eko, saat dihubungi, Jumat (23/1).
Mengenai nasib petani yang terancam gagal panen, Eko menyebutkan adanya skema bantuan stimulan bagi lahan yang dinyatakan puso. Saat ini, jumlah kerugian dan permintaan bantuan telah disetorkan ke BNPB dan nantinya akan diverifikasi lebih dulu agar tepat sasaran.
āā(kerugian) ada hitungannya sendiri, berapa hari sawah itu terendam sebelum bisa dikategorikan puso. Saat ini kami masih dalam proses pendataan dan verifikasi lapangan agar bantuan tepat sasaran. Hasilnya akan segera kami laporkan ke tingkat pusat,āā tambahnya.
Disinggung kondisi bencana banjir dan longsor (Bansor) di Kudus saat sekarang, Eko mengungkpkan, untuk longsor tercatat sebanyak 135 titik yang tersebar di 14 desa di 3 kecamatan. Sedang yang terdampak 119 jiwa dari 34 Kartu Keluarga (KK), satu warga dinyataman meninggal dan 2 kendaraan menjadi korban longsor.
Kemudian untuk banjir, yang masih terdampak 20 desa yang tersebar di 4 kecamatan, dengan jumlah jiwa terdampak sebanyak 13.995 jiwa dari 4.606 KK. Dari jumlah itu, 2.104 jiwa mengungsi. Dampak lain yakni 11 fasilitas ibadah, 75 fasilitas Pendidikan dan 1.970 sawah.
āāSedangkan untuk bencana cuaca ekstrim, melanda di 22 desa yang tersebar di 5 kecamatan. Sementara yang terdampak 28 jiwa dari 9 KK, 8 rumah, 19 pohon tumbang, 5 unit kendaraan dan 5 orang luka ringan,āā paparnya.
Adapun dapur umum yang masih beroperasi, kata Eko, terdapat 6 lokasi yakni di Kantor PMI, Kantor Dinas Sosial P3AP2KB Kudus, Balai Desa Karangrowo, Payaman dan Gulang. Serta di Gedung Musliman NU Desa Loram Kulon, Aula DPRD Kudus, dan GKMI Tanjungkarang.
āāSedang posko pengungsian, masih ada 13 lokasi dengan total jumlah pengungsi sebanyak 2.104 jiwa dari 821 KK dari total awal sekitar 2.467 jiwa dari 958 KK,āā pungkasnya. (han/rit)




