JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Perkumpulan Srikandi Sejahtera Sehat (PSSS) secara resmi diluncurkan, di Ruang Rapat Lantai 4 Gedung Setda Kudus, Rabu (28/1). Kehadiran komunitas ini diproyeksikan menjadi wadah pemberdayaan, yang mendorong peran aktif perempuan di berbagai sektor pembangunan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Revlisianto Subekti, menyatakan bahwa Pemkab Kudus menyambut baik hadirnya PSSS sebagai mitra strategis pemerintah. Menurutnya, pemkab selama ini telah konsisten menjalankan program perlindungan perempuan dan anak, mulai dari pencegahan perundungan hingga pendampingan kasus melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).
‘’Keberadaan PSSS dapat menjadi penguat program-program yang sudah ada. Meski saat ini masih dalam tahap awal pengembangan, kami berharap manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,’’ ujar Revli.
Pihaknya juga mengapresiasi loyalitas komunitas perempuan di Kudus yang selama ini terbukti nyata, terutama saat penanganan bencana alam di Kudus,’’Perempuan dinilai memiliki peran vital dalam pengoperasian dapur umum, penyediaan logistik, hingga penyaluran santunan bagi anak yatim,’’ imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani, menegaskan bahwa PSSS bukan sekadar organisasi seremonial. PSSS akan bergerak aktif melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas ibu, pelaku UMKM, dan kelompok kesehatan.
‘’Awalnya fokus kami adalah penguatan UMKM perempuan. Namun ke depan, cakupannya diperluas pada edukasi pencegahan kekerasan, kegiatan kesehatan, serta program sosial lainnya,’’ jelas Endhah.
Ketua PSSS, Martha Ngatmiati, menambahkan bahwa keanggotaan PSSS bersifat inklusif, terdiri dari berbagai unsur mulai dari pelaku UMKM, tenaga kesehatan, hingga elemen Persatuan Organisasi Wanita (POW) di Kudus.
Dengan visi menciptakan perempuan yang sehat dan mandiri secara ekonomi, PSSS diharapkan menjadi benteng perlindungan bagi perempuan dari tindak kekerasan sekaligus penggerak roda ekonomi daerah. (han/rit)




