JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemerintah Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tengah mematangkan rencana pengembangan ekonomi, melalui unit usaha Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Selain fokus pada sektor ritel, desa ini memproyeksikan pembangunan rest area luas dan pasar desa untuk mendukung kemandirian ekonomi.
Kepala Desa Getas Pejaten, Kusnadi, mengungkapkan bahwa pengurus KDMP telah mulai melebarkan sayap ke sektor layanan kesehatan dengan menggandeng tenaga medis lokal.
‘’Kita sudah merambah ke klinik dan bekerja sama dengan Dokter Hindra, yang merupakan warga asli desa kita,’’ ujarnya.
Untuk sektor perdagangan, pembangunan gedung gerai KDMP berukuran 20×30 meter kini sudah mencapai 100 persen, dan tinggal menunggu kelengkapan sarana prasarana (sarpras) sebelum resmi beroperasi. Kusnadi menegaskan, pihaknya sangat selektif dalam memilih produk UMKM yang akan masuk ke gerai.
‘’Kita selektif biar pemasaran berjalan lancar. Produk-produk rumah tangga dari perusahaan besar juga sudah mulai diikutsertakan untuk memperkuat stok gerai,” tambahnya.
Masih kata Kusnadi, salah satu rencana strategis yang tengah digarap adalah penyediaan rest area seluas satu hektar di lahan desa. Langkah ini diambil untuk memfasilitasi bus-bus pariwisata pengunjung Museum Kretek, mengingat akses lahan parkir di lokasi museum saat ini sangat terbatas.
‘’Museum Kretek lahannya tidak cukup untuk bus besar masuk. Kita akan fasilitasi dengan rest area seluas satu hektar yang bisa menampung lebih dari 50 bus,’’ imbuhnya.
Selain rest area, pengurus KDMP Getas Pejaten juga telah menyiapkan desain pembangunan Pasar KDMP. Lokasinya berada di sebelah utara gedug serbaguna Graha Mustika seluas 2,5 hektar. Proyek ini diharapkan menjadi lini usaha utama koperasi yang akan menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal.
Ketua KDMP Getas Pejaten, Supriyono, menambahkan bahwa tujuan jangka panjang dari berbagai program ini adalah menjadikan Getas Pejaten sebagai desa mandiri.
‘’Melalui PAD yang tinggi dari lini usaha ini, kita bisa membangun masyarakat secara langsung maupun tidak langsung. Dana Desa itu penting, tapi dengan PAD yang kuat, kita bisa lebih menyejahterakan warga melalui perbaikan infrastruktur dan peningkatan sisa hasil usaha (SHU) koperasi,’’ pungkas Supriyono. (han/rit)



