JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kudus, Muhammad Antono, mendorong langkah proaktif pemerintah daerah setempat, untuk mempercepat realisasi dan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Mengingat hingga awal Februari 2026, tercatat sebanyak 78 gedung KDKMP di wilayah Kabupaten Kudus masih berada dalam tahap pembangunan dan penyelesaian fisik.
Antono menegaskan bahwa kehadiran koperasi ini sangat krusial untuk memperkuat kemandirian ekonomi di tingkat desa. Sehingga pihaknya meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus serta pihak terkait, agar memastikan sarana fisik yang sedang dibangun segera tuntas agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
‘’Kami di legislatif terus memantau progres ini. Dari total yang direncanakan, saat ini ada 78 gedung yang sedang berproses. Kami ingin pembangunannya dikebut tanpa mengurangi kualitas bangunan,’’ ujar Antono, baru-baru ini.
Menurutnya, KDKMP sendiri merupakan bagian dari inisiatif nasional untuk menjadikan koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Di Kabupaten Kudus, percepatan ini diharapkan mampu mengintegrasikan potensi lokal desa dengan sistem manajemen koperasi yang modern dan transparan.
Selain masalah fisik bangunan, Antono juga mengingatkan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi. Politisi PDI Perjuangan ini pun berharap, proses rekrutmen dan pelatihan pengurus berjalan beriringan dengan penyelesaian gedung.
‘’Sehingga saat bangunan resmi diserahterimakan, aktivitas ekonomi bisa langsung berjalan,’’ ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus mendorong percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga akhir Januari 2026, setidaknya 12 unit koperasi ditargetkan rampung, dan siap beroperasi untuk memperkuat ketahanan ekonomi perdesaan.
Kepala DPMD Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana, menyatakan bahwa progres di lapangan saat ini telah melampaui estimasi awal. Dari target awal 10 unit, kini tercatat terdapat sekitar 12 lokasi yang pembangunannya sudah menyentuh angka di atas 80 persen.
‘’Melihat tren positif di lapangan, kami optimistis 12 unit KDKMP ini selesai akhir bulan ini,’’ ujar Famny, baru-baru ini.
Sambungnya, akselerasi pembangunan ini tersebar di beberapa titik strategis, diantaranya Desa Puyoh dan Samirejo (Kecamatan Dawe), serta Desa Gondosari dan Besito (Kecamatan Gebog).
Wilayah Kecamatan Jati menjadi titik terbanyak dengan lima lokasi, yakni Desa Getas Pejaten, Pasuruan Lor, Loram Wetan, Megawon, dan Ngembal Kulon. Lalu Desa Gulang Kecamatan Mejobo, Desa Kutuk Kecamatan Undaan), dan Desa Papringan Kecamatan Kaliwungu.
‘’Secara total, dari 132 desa/kelurahan di Kudus, sebanyak 78 desa kini telah masuk dalam peta pembangunan KDKMP,’’ kata dia. (han/rit)






