27 C
Semarang
Senin, 9 Februari 2026

Diskon 50 Persen hingga “Hantu” Jalanan Sedot Animo Masyarakat

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Meskipun belum secara resmi dibuka oleh Bupati-Wabup Kudus, masyarakat sudah berbondong-bondong mengunjung pasar Tradisi Dandangan 2026, yang sudah mulai dibuka lapaknya per Sabtu (7/2/2026).

Di lokasi, berjejer tenda-tenda putih dengan menawarkan beragam produk. Mulai dari makanan sampai dengan obral baju. Termasuk brand-brand lokal, meski masih ada yang loading, tapi yang sudah ready diserbu pembeli yang didominasi perempuan.

Baju blus, gamis dan kerudung. Dengan gantungan bertuliskan diskon, membuat pengunjung dandangan langsung menghampiri stan-stan yang memampang diskon hingga 50 persen.

Pintu masuk dandangan sebelah selatan agar arus tidak membuat krodit dan muntel. Sedangkan, sisi utara untuk keluar. Situasi perdana dandangan sangat padat pengunjung.

Di depan gapura Welcom Dandangan 2026 dipadati orang-orang yang mencari uang dengan menggunakan kostum dan make up hantu, seperti kuntilanak, pocong bahkan ada juga yang berdandan dan memakai kostum Dewa Kera Sakti.

Baca juga:  Realisasi Refocusing Anggaran COVID-19 di Kudus Baru Capai Rp58,9 Miliar

Bagi pengunjung yang ingin foto, bisa memasukkan uang ke dalam kotak yang sudah disediakan dengan suka rela, mereka tidak menarif. Salah satu pengunjung Santi warga Desa Loram Kulon, foto bareng Kera Sakti memasukkan uang Rp 5.000.

”Ya, kasihan saja, mereka juga bekerja. Ini anak-anak ingin foto Kera Sakti. Juga foto sama hantu-hantuan, tapi saya memasuki uangnya sama Rp 5.000,” ujarnya.

Menurutnya, dandangan sekarang dengan zaman ia kecil jauh berbeda. Makanan yang disajikan modern. Ada dimsum, cumi bakar, es krim gulung. Ia mengaku, tidak menemukan orang yang jualan martabak, onde-onde, tahu petis bahkan aromanis.

”Dulu saya masih ingat dandangan di dominasi jajanan lama. Ya sudah berbeda perkembangannya sekarang ini,” jelasnya.

Baca juga:  Peredaran Rokok Ilegal Modus Truk Sembako Berhasil Diungkap di Kudus

Sepanjang Jalan Sunan Kudus hingga perempatan Jember sangat padat. Pukul 20.00 hingga pukul 22.00 masih ramai dan pedagang juga masih ada yang kualahan meladeni pembeli.

Salah satu penjual jamur enoki krispi, telur gulung dan lainnya Norma Yanti. Mulai pukul 18.00 sudah ramai pembeli. Padahal, ada karyawan cukup banyak yang membantu. Ia memesan dua tenda karena dagangannya sangat banyak, belum lagi perlengkapan jualan.

”Ya saya jual harga rata-rata Rp 20 ribu, kalau es the misalnya itu saya jual Rp 30 ribu. Saya kalau ada dandangan sering ikut,” jelasnya.

Semakin larut pengunjung justru makin padat, sampai pukul 23.00 suasana dandangan masih ramai dan untuk parkir sudah disediakan kantong-kantong parkir. Kemudian, setiap sudut ada tong sampah dan WC portable sekitar 10 tersedia. (han/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...