26 C
Semarang
Rabu, 18 Februari 2026

Kekerasan Perempuan dan Anak di Kudus Masih Marak, 25 Kasus Ditangani Sepanjang 2025

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus mencatat telah menangani 25 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang tahun 2025. Kasus yang ditangani meliputi kekerasan verbal, fisik, psikis, hingga kekerasan seksual.

Data tersebut dihimpun melalui laporan langsung korban ke kantor dinas, maupun melalui kanal aduan SAPA 129 milik Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus, Putut Winarno, melalui Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yuni Saptorini, merinci bahwa jenis kekerasan yang terjadi sangat beragam. Mulai dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pelecehan seksual, kekerasan fisik dan non-fisik, hingga kasus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

“Kebanyakan kasus yang kami tangani melibatkan pelaku dari lingkungan terdekat, seperti suami, ayah tiri, teman sebaya (perundungan), hingga mantan pacar,” ujar Yuni saat dikonfirmasi pada Selasa (10/2/2026).

Baca juga:  Komunitas Ojol Diajak Jaga Kamtibmas Wilayah

Yuni pun menyoroti masih ditemukannya kasus Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE) di Kudus. Ironisnya, mayoritas pelaku adalah teman sebaya atau mantan pacar korban. Ia menyayangkan banyak orang tua yang tidak menyadari aktivitas digital anak-anak mereka.

‘’Ada korban KSBE yang masih berusia 14 tahun, ada juga pelajar SMA dan mahasiswa. Karena terjadi di ruang digital, orang tua sering kali tidak tahu. Korban biasanya baru melapor ke dinas setelah merasa bingung dan terdesak,’’ terangnya.

Lanjutnya, memasuki awal tahun 2026, Dinsos P3AP2KB mencatat sudah ada empat laporan kekerasan yang masuk. Hal ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem perlindungan.

Sebagai langkah preventif, dinas rutin menggelar sosialisasi lintas sektoral dengan menggandeng TP-PKK Kabupaten Kudus, Forum Anak, hingga berbagai komunitas masyarakat.

Baca juga:  PWI LS Diadukan ke Polres Kudus Buntut Diduga Lakukan Provokasi

‘’Kasus bullying di sekolah masih menjadi tantangan besar. Oleh karena itu, kami terus menggandeng berbagai pihak agar upaya pencegahan bisa lebih maksimal dan menjangkau hingga akar rumput,’’ pungkas Yuni. (han/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...